JAKARTA – Isu pemangkasan anggaran pendidikan untuk mendanai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya ditepis pemerintah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan alokasi dana pendidikan justru meningkat pada 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan anggaran pendidikan tidak dikurangi demi membiayai MBG. Ia bahkan menyebutkan pagu anggaran tahun depan akan lebih besar karena ada tambahan dari Presiden.
“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Maka, Kemendikdasmen mengajukan anggaran biaya tambahan (ABT),” kata Mu’ti dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Baca Juga:Kiper Berdarah Surabaya 199 Cm Ini Bikin Persaingan Timnas Indonesia Makin Panas, Siapa Dia?Warga Lembur Pakuan Hadang Pendemo, Proyek Jalan dan Isu 'Makelar' Disorot
Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti saat rapat koordinasi penyelenggaraan Program MBG di Surabaya, Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa ABT merupakan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak dan diajukan untuk mendukung kebutuhan prioritas.
Menurut Mu’ti, saat ini sebanyak 43 juta siswa menjadi penerima manfaat MBG. Program tersebut dinilai turut memperkuat semangat belajar dan pembentukan karakter peserta didik, sejalan dengan misi peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“MBG juga mendukung program ketujuh dalam Indonesia hebat, yaitu makan makanan sehat dan bergizi,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa anggaran pendidikan tetap difokuskan pada peningkatan mutu tanpa ada pengurangan dari pemerintah. Komitmen tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
Sebagai perbandingan, pada 2025 Kemendikdasmen memperoleh alokasi Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 16.176 satuan pendidikan. Hingga kini, progres pembangunan yang rampung 100 persen telah mencapai 93 persen. Sementara pada 2026, anggaran pendidikan untuk revitalisasi sudah tercantum lebih dari Rp14 triliun di APBN dan akan dialokasikan bagi lebih dari 11 ribu satuan pendidikan. (red)
