SUBANG – Ketegangan pecah di depan kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), di Lembur Pakuan, Subang, Kamis (19/2). Aksi unjuk rasa yang digelar koalisi LSM Pemuda dan mahasiswa berujung pada penghadangan oleh warga setempat yang berupaya menjaga kondusivitas lingkungan.
​Massa yang mencoba merangsek masuk hingga ke pintu gerbang sempat terlibat aksi saling dorong. Bahkan, beberapa demonstran nekat merangkak melalui celah pagar di bawah penjagaan ketat warga sekitar.
​Aksi ini merupakan puncak kekecewaan terhadap Dinas Bina Marga dan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Berikut adalah dua isu krusial yang diangkat oleh massa:
Baca Juga:Menyelami Kedalaman Makna dan Keutamaan Puasa Hari Kedua Ramadhan 1447 HPotensi Rp59 Triliun Menguap? PMPRI Desak Audit Total Koperasi Merah Putih
​Kegagalan Konstruksi: Dugaan buruknya kualitas proyek jalan provinsi yang rusak sesaat setelah selesai dibangun.
​Intervensi Proyek: Adanya oknum berinisial DK, H.U, dan HD yang diduga mengatur proyek di Dinas Pendidikan serta mencatut nama KDM untuk kepentingan pribadi.
​”Banyak proyek yang baru selesai tapi sudah rusak. Ini patut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan cacat konstruksi,” tegas Ketua Bidang Hukum LSM Pemuda, Andri SH, di lokasi kejadian.
​Andri menjelaskan bahwa keputusan mendatangi kediaman pribadi Gubernur diambil karena aspirasi mereka di Kantor Dinas maupun Kantor Gubernur sebelumnya tidak pernah mendapat respons memadai.​Di sisi lain, warga Lembur Pakuan bersikeras melakukan penghadangan demi menjamin keamanan area tempat tinggal Gubernur.
Selama ini, kepemimpinan KDM dikenal terbuka melalui media sosial dalam mengawasi infrastruktur, namun aksi kali ini menunjukkan adanya sumbatan komunikasi pada level birokrasi dinas. (tim JP)
