“Sementara kita juga maksa-maksa lu main di luar dong,” kata Bung Harpa.
Ia juga menyinggung perjuangan Marselino Ferdinan saat merintis karier di luar negeri. “Orangnya asing segala macem, gajinya kecil, coba balikin ke diri kita, emang susah juga,” ujar Bung Harpa. “Ini udah di Tanah Air, bisa makan sop kaki kambing setiap seminggu sekali, gaji gede, deket sama orang tua,” lanjutnya.
“Kalau kita pribadi sih ya pasti pengen mereka compete di sana kan, cuma ya ada benernya juga bahwa itu hak asasi mereka,” tambahnya.
Baca Juga:Kontroversi Wasit Majed Mohammed Bikin Geram, Persib Bandung Resmi Layangkan Protes ke AFCJadwal Imsak Hari Pertama Puasa di Cirebon, Simak Tips Tetap Produktif
Karena itu, yang terpenting saat ini bukan sekadar memperdebatkan pilihan karier Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, melainkan memastikan mereka tetap berkembang. Jangan sampai setelah pindah ke Super League justru minim menit bermain dan mengalami penurunan kualitas yang merugikan Timnas Indonesia. (red)
