CIREBON – Peristiwa Longsor Tebing Sungai Benda membuat warga Kota Cirebon waswas. Tebing di sekitar Jembatan Lebak Ngok dilaporkan ambles dan mengancam akses utama masyarakat di wilayah tersebut.
Longsor Tebing Sungai Benda terjadi di RW 11 Bendakerep, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon. Gerusan arus sungai yang bermuara ke Kali Benda diduga menjadi pemicu runtuhnya tanah di kedua sisi jembatan.
Akibat Longsor Tebing Sungai Benda, kondisi Jembatan Lebak Ngok kini memprihatinkan. Kendaraan roda empat sudah tidak diperbolehkan melintas, sementara sepeda motor hanya bisa lewat dengan sangat hati-hati.
Baca Juga:Kinerja Infrastruktur Pemprov Jabar Dinilai Memuaskan oleh MasyarakatResmi! Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026
Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas warga. Para pelajar dan pekerja yang setiap hari melintasi jalur tersebut terpaksa meningkatkan kewaspadaan karena sebagian badan jalan ikut terdampak longsor.
Longsor Tebing Sungai Benda dilaporkan terjadi pada Senin (16/02/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Tebing setinggi kurang lebih lima meter ambles setelah diguyur hujan deras dan diterjang arus sungai yang cukup kuat.
Material tanah yang runtuh terbawa aliran air dan memperparah kondisi pondasi jembatan. Warga khawatir jika tidak segera ditangani, struktur Jembatan Lebak Ngok bisa runtuh dan memutus akses vital penghubung antarwilayah.
Lurah Argasunya, Mardiansyah, menyebut jembatan tersebut merupakan jalur utama bagi warga RW 11 Bendakerep dan RW 08 Kopiluhur. Jika terdampak lebih parah akibat Longsor Tebing Sungai Benda, ratusan warga terancam terisolasi.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan peninjauan dan asesmen di lokasi. Hasil sementara menunjukkan kerusakan cukup serius pada bagian tebing penyangga jembatan.
Warga berharap Pemerintah Kota Cirebon segera mengambil langkah cepat, seperti pemasangan bronjong dan penguatan tebing sungai. Selain itu, jalur alternatif dinilai penting untuk mencegah lumpuhnya mobilitas masyarakat.
Sejumlah warga juga mengaku kondisi jembatan sebenarnya sudah lama mengkhawatirkan. Mereka meminta instansi terkait segera bertindak sebelum Longsor Tebing Sungai Benda menyebabkan kerusakan lebih besar dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. (red)
