Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan klasik: kendaraan berat yang melintas di jalan sempit perkampungan. Jalan irigasi yang sejatinya diperuntukkan bagi kendaraan kecil, berubah menjadi jalur alternatif—dengan risiko yang mahal.
Duka yang Tertinggal
Bagi warga sekitar, kecelakaan ini bukan sekadar angka statistik. Mereka mengenal keluarga tersebut. Mereka tahu rumahnya, kesehariannya, dan kini merasakan kehilangan yang nyata.
Di bawah sorot lampu dan kerumunan warga malam itu, satu hal menjadi jelas: kelalaian sekecil apa pun di jalan raya bisa berujung tragedi besar.
Baca Juga:Genjot Lelang Dini, Dedi Mulyadi Siapkan Infrastruktur Jabar Lebih Awal Jelang Mudik 2026KDM Cek Jalan Tembus Hujan Deras, Dedi Mulyadi Touring Motor Lintasi Majalengka
Dan di Jalan Irigasi Bendasari, jejak roda dan pecahan kaca menjadi saksi bisu betapa tipisnya jarak antara perjalanan biasa dan kehilangan selamanya. (zen/jay)
