Residu Pestisida Ancam Sungai, Pemkot Tangsel Lakukan Pembersihan Darurat

Pemkot Tangsel Bersihkan Residu Kimia di Aliran Sungai
Pemkot Tangsel Bersihkan Residu Kimia di Aliran Sungai
0 Komentar

TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat menangani pencemaran zat kimia yang mengalir dari Kali Jaletreng hingga ke Sungai Cisadane. Pencemaran ini diduga berasal dari sisa kebakaran gudang pestisida di kawasan industri Taman Tekno, Kecamatan Setu.

Langkah awal difokuskan pada pengangkutan limbah berbahaya, perlindungan warga dari potensi paparan, serta upaya pemulihan kualitas air.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan residu kimia sisa kebakaran harus segera dipindahkan dan diproses di fasilitas pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Baca Juga:Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas, Luncuran Capai 6 Km dan Warga Diminta MenjauhLibur Ramadan 2026 Dimulai 18 Februari, Sekolah Dilarang Beri Tugas Berat ke Siswa

Ia menyampaikan hal itu usai meninjau langsung lokasi gudang yang terbakar serta menyusuri aliran Kali Jaletreng bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

“Residu kebakaran harus segera diangkut dan ditangani di tempat pengolahan limbah B3. Tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” ujar Pilar, Jumat (13/2/2026).

Menurut dia, pemerintah kota juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian karena lokasi kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Meski demikian, upaya pembersihan tetap didorong agar dampak lingkungan tidak semakin luas.

Ia mengingatkan, sisa pestisida yang terbakar berpotensi menghasilkan partikel halus yang berbahaya jika terhirup warga sekitar kawasan industri.

“Jangan sampai partikel kecil hasil pembakaran itu menyebar ke udara dan membahayakan masyarakat,” katanya.

Selain pengangkutan limbah, tim gabungan melakukan pembersihan darurat di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah sisa material terbawa aliran air hujan ke sungai.

Pemerintah menilai faktor cuaca menjadi risiko serius. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, limbah bisa mengalir lebih jauh hingga mencemari badan sungai yang lebih besar.

Baca Juga:Resmi Dibuka! Begini Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 Lewat PINTAR, Jangan Sampai KetinggalanKejutan di All England 2026! Tiga Debutan Siap Buktikan Diri, Indonesia Turunkan 13 Wakil

Sebagai langkah awal penanganan air yang sudah terpapar, pemerintah menggunakan karbon aktif untuk membantu mengikat senyawa kimia berbahaya di aliran Kali Jaletreng.

Metode ini dinilai efektif sebagai respons cepat sebelum dilakukan penanganan lanjutan dengan teknologi yang lebih komprehensif.

Pilar menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup guna mendapatkan dukungan teknis tambahan, termasuk kemungkinan penggunaan bahan kimia penetral atau peralatan khusus.

Kali Jaletreng sendiri merupakan salah satu anak sungai yang terhubung ke Sungai Cisadane, sumber air penting bagi masyarakat di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

0 Komentar