Konten yang bersifat kekerasan, pornografi, perjudian, maupun perundungan harus dihindari. Sebaliknya, anak diarahkan pada kegiatan positif seperti membaca, beribadah, bermain logika, hingga aktivitas seni.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini bergantung pada kerja sama sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah.
Menurutnya, Ramadan bukan sekadar masa libur, tetapi kesempatan membangun karakter sekaligus menjaga keberlanjutan proses belajar siswa. (Red)
