“Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, kota tidak boleh kotor. Mari kita jadikan Batam sebagai kota yang indah dan nyaman,” ajaknya.
Perhelatan MTQH ini juga diramaikan bazar PKK Kecamatan Sagulung serta deretan stan UMKM lokal yang memamerkan produk kuliner, kerajinan, hingga fesyen rumahan. Warga tak hanya menikmati lomba tilawah dan hadits, tetapi juga merasakan geliat ekonomi kerakyatan yang tumbuh di sekitar arena acara.
Sementara itu, Lurah Tembesi, M. Dayatul Tarmizi, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai bagian dari penyelenggaraan kegiatan MTQH tahun ini. Ia menegaskan bahwa Kelurahan Tembesi merupakan salah satu kawasan dengan dinamika masyarakat yang tinggi, bahkan tercatat sebagai kelurahan terpadat kedua di Kota Batam.
Baca Juga:Samsung Galaxy A57 Segera Meluncur? Bocoran Desain Tipis dan Speknya Mulai TerungkapDana BPR Bank Cirebon Mulai Dibayar, Nasabah Bisa Cairkan di Bank yang Ditunjuk, Begini Caranya
“Kami bangga dan bersyukur dapat berkontribusi dalam pelaksanaan MTQ tahun ini. Dengan jumlah penduduk yang besar dan beragam, kekompakan serta partisipasi warga menjadi kekuatan utama kami. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan piala bergilir untuk diperebutkan kembali pada gelaran berikutnya. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQH ke-34 Sagulung meninggalkan pesan kuat bahwa pembangunan tidak hanya soal angka dan infrastruktur, tetapi juga tentang memperkuat nilai, menjaga harmoni, dan merawat kebersamaan di tengah masyarakat. (jay/zen)
