Cahaya Al-Qur’an Terangi Tembesi, Sukses Jadi Tuan Rumah MTQH ke-34 Sagulung

Mtq batam
Kemeriahan MTQH XXXIV Sagulung - Batam.
0 Komentar

BATAM – Malam di Alun-alun SP Plaza, Sagulung, Selasa (10/2/2026), berubah menjadi lautan cahaya dan lantunan ayat suci. Dentum marching band membuka suasana, disusul tabuhan kompang ibu-ibu Majelis Taklim yang tampil kompak dan penuh semangat, memukau tamu undangan serta masyarakat yang memadati arena.

Warga tumpah ruah, menyatu dalam pembukaan MTQH ke-34 tingkat Kecamatan Sagulung yang tak sekadar seremoni, melainkan menjadi panggung kebersamaan dan syiar nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini digelar selama empat hari dan mencapai puncaknya pada Jumat malam (13/2/2026).

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia memuji kekompakan warga Sagulung dan kesiapan panitia yang dinilainya mampu mengemas perhelatan keagamaan secara tertib dan membanggakan.

Baca Juga:Samsung Galaxy A57 Segera Meluncur? Bocoran Desain Tipis dan Speknya Mulai TerungkapDana BPR Bank Cirebon Mulai Dibayar, Nasabah Bisa Cairkan di Bank yang Ditunjuk, Begini Caranya

“Saya bangga dengan kekompakan warga. Astaka dikelola dengan baik, penampilan ibu-ibu Majelis Taklim luar biasa. Ini bukti pemimpin dekat dengan masyarakat, dan masyarakat merasa dilibatkan,” ujarnya.

Menurut Amsakar, MTQH bukan sekadar ajang perlombaan atau perebutan gelar, melainkan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam etika bermedia sosial dan berkomunikasi di ruang publik.

“Kalau kita dekat dengan nilai spiritual, narasi kontraproduktif dan kebiasaan mengumbar kesalahan orang lain akan berkurang. Mari hentikan saling mencaci dan fokus membangun Batam,” tegasnya.

Di hadapan tokoh agama dan masyarakat, Amsakar juga memaparkan capaian pembangunan hampir satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Pertumbuhan ekonomi Batam meningkat dari 6,6 persen menjadi 6,89 persen. Angka kemiskinan turun hingga 3,81 persen, dan realisasi investasi melampaui target dengan capaian Rp69,3 triliun.

Meski demikian, ia mengakui sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, seperti persoalan banjir, pengelolaan sampah, dan ketersediaan air bersih. Saat ini, pemerintah tengah menangani 18 wilayah yang masuk kategori “stress area” air bersih. Armada mobil tangki juga telah ditambah dari 21 menjadi 39 unit untuk melayani kebutuhan warga, terutama menjelang Ramadan.

Cuaca panas ekstrem yang melanda Batam turut menjadi sorotan. Amsakar mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menyukseskan Gerakan Masyarakat Batam ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) melalui gotong royong massal.

0 Komentar