KABUPATEN BANDUNG – Peristiwa tanggul Sungai Cisunggalah jebol memicu banjir yang merendam Kampung Bojong Keusik, RT 01, 02, dan 03 RW 01, Desa Bojong Keusik, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026) dini hari. Luapan air terjadi setelah debit sungai meningkat drastis dan tanggul tak mampu lagi menahan derasnya arus.
Akibat tanggul Sungai Cisunggalah jebol, air bercampur lumpur menerjang permukiman warga dan menutup akses jalan utama. Material tanah dan sampah terbawa arus hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga. Sejak pagi, warga bersama aparat desa, kecamatan, BPBD, TNI-Polri, serta relawan bahu-membahu membersihkan sisa lumpur yang menumpuk.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah dump truck hilir mudik mengangkut lumpur dan sampah yang berserakan di jalan. Akses utama yang sempat lumpuh kini perlahan mulai bisa dilalui kendaraan, meski proses pembersihan masih berlangsung di beberapa titik.
Baca Juga:Honda Brio Satya S 2026: Mobil Matik di Bawah 200 Juta yang Masih Jadi RebutanCatat Jadwalnya! Mudik Gratis 2026 Dibuka, Jabar hingga DKI dan Banten Siapkan Ribuan Kuota
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, mengatakan penanganan darurat difokuskan pada pembukaan akses jalan dan percepatan pembersihan dampak banjir akibat tanggul Sungai Cisunggalah jebol. Seluruh unsur dikerahkan untuk mempercepat pemulihan.
Menurutnya, jika memungkinkan, alat berat seperti loader akan diturunkan untuk mempercepat pengangkutan material lumpur. Saat ini, sedikitnya empat unit dump truck telah dioperasikan di lokasi terdampak.
Berdasarkan data sementara BPBD, sebanyak 310 kepala keluarga atau sekitar 660 jiwa terdampak akibat tanggul Sungai Cisunggalah jebol. Lima rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan tujuh lainnya rusak sedang. Selain itu, 18 warga sempat dievakuasi, terdiri dari dua lansia, satu balita, satu penyandang disabilitas, dan 14 warga lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Air yang sempat menggenangi permukiman kini sudah surut. BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa alat kebersihan, selimut, pacul, sekop, dan ember untuk membantu warga membersihkan rumah masing-masing.
Camat Majalaya, Rofiran, menjelaskan bahwa tanggul Sungai Cisunggalah jebol dengan lebar sekitar lima hingga enam meter. Penanganan sementara akan dilakukan menggunakan geobag serta penguatan tanggul darurat guna mengantisipasi hujan susulan.
Kerusakan rumah warga telah diverifikasi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan). Pemerintah daerah kini menunggu kebijakan lanjutan untuk penanganan permanen, termasuk kemungkinan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak.
