HP Murah Terancam Tak Lagi Murah, Krisis Chip Bikin Harga dan Spesifikasi Berubah Drastis

HP China
ilustrasi HP China. foto:tangkapan layar youtube
0 Komentar

Firma riset Counterpoint bahkan memangkas proyeksi pertumbuhan pengiriman smartphone global 2026 menjadi minus 2,1%.

Beberapa merek China seperti Honor, Oppo, dan vivo mengalami revisi paling tajam. Pertumbuhan mereka diprediksi minus lebih dari 1% hingga mendekati 4%.

Biaya komponen untuk HP murah tercatat naik 25% sejak awal 2025.

Sementara itu, segmen menengah dan premium masing-masing mengalami kenaikan 15% dan 10%.

Harga chip memori diperkirakan masih bisa naik 40% lagi pada kuartal kedua 2026. Jika itu terjadi, biaya produksi bisa bertambah 8–15%.

Baca Juga:13,5 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Mensos Buka Fakta di Balik Kebijakan dan Peluang Aktif KembaliBanjir Losari Meluas Dini Hari, 950 KK di Empat Desa Terendam Akibat Luapan Cisanggarung

Produsen mau tak mau harus memilih: menanggung beban sendiri atau membebankannya ke konsumen lewat kenaikan harga.

Rata-rata harga jual smartphone diprediksi naik 6,9% secara tahunan di 2026. Angka ini hampir dua kali lipat dari proyeksi sebelumnya yang hanya 3,6%.

Bagi pasar seperti Asia Tenggara dan India, kondisi ini bisa mengubah peta keterjangkauan HP murah secara signifikan.

Spesifikasi Dipangkas, Fitur Dikurangi

Untuk menjaga margin keuntungan, sejumlah merek mulai melakukan efisiensi.

Beberapa model diketahui mengalami penurunan spesifikasi pada kamera, layar, hingga komponen audio.

Ada pula yang kembali menggunakan konfigurasi RAM 4GB untuk model dasar. Padahal, spesifikasi tersebut sudah jarang terlihat sejak 2020.

Analis Counterpoint menyebut penurunan spesifikasi ini mulai terlihat di berbagai lini produk.

Strategi ini dilakukan agar harga tidak melonjak terlalu tinggi. Namun konsekuensinya, konsumen mendapatkan perangkat dengan kemampuan lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

Baca Juga:Tanggul Sungai Cisunggalah Jebol, Ratusan KK di Majalaya Terdampak Banjir ParahHonda Brio Satya S 2026: Mobil Matik di Bawah 200 Juta yang Masih Jadi Rebutan

Situasi ini juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pasar HP bekas dan refurbished.

Di India, pasar smartphone bekas diproyeksikan mencapai US$10 miliar pada 2026. Sementara di Asia Tenggara, pasar refurbished tumbuh 5% secara tahunan pada semester pertama 2025.

Konsumen bisa jadi lebih memilih membeli flagship lama dengan spesifikasi tinggi ketimbang HP baru dengan fitur yang dipangkas.

Siapa yang Bertahan?

Dalam situasi seperti ini, hanya pemain besar yang diprediksi mampu bertahan lebih kuat.

Apple dan Samsung dinilai berada dalam posisi aman karena memiliki daya tawar tinggi terhadap pemasok serta fokus pada segmen premium.

Sebaliknya, produsen yang bergantung pada segmen murah menghadapi dilema antara mempertahankan pangsa pasar atau menjaga keuntungan.

0 Komentar