HP Murah Terancam Tak Lagi Murah, Krisis Chip Bikin Harga dan Spesifikasi Berubah Drastis

HP China
ilustrasi HP China. foto:tangkapan layar youtube
0 Komentar

JABARPUBLISHER.COM – Ponsel harga terjangkau yang selama ini jadi andalan masyarakat Asia kini berada di ujung tekanan.

Krisis chip memori global dipastikan berdampak langsung pada industri elektronik, termasuk smartphone. Dampaknya paling terasa di segmen HP murah atau kelas entry-level.

Laporan Techwire Asia menyebutkan, produsen kesulitan mendapatkan pasokan DRAM dan NAND untuk perangkat low-end. Akibatnya, mereka dihadapkan pada dua pilihan berat: menaikkan harga jual atau memangkas fitur.

Baca Juga:13,5 Juta Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Mensos Buka Fakta di Balik Kebijakan dan Peluang Aktif KembaliBanjir Losari Meluas Dini Hari, 950 KK di Empat Desa Terendam Akibat Luapan Cisanggarung

Jika harga dinaikkan, HP murah tak lagi semurah dulu. Namun jika spesifikasi dipangkas, konsumen bisa kecewa karena fitur yang sebelumnya standar justru dihilangkan.

Lonjakan harga chip memori memang tidak main-main.

Perusahaan riset TrendForce memproyeksikan harga kontrak DRAM konvensional melonjak 90–95% pada kuartal pertama 2026. Sementara harga flash NAND diperkirakan naik 55–60%.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding prediksi sebelumnya. Artinya, krisis chip memori berkembang lebih cepat dari perkiraan.

AI Jadi Biang Kerok?

Krisis ini disebut-sebut dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Produsen chip kini lebih fokus memproduksi chip performa tinggi seperti HBM yang digunakan untuk kebutuhan AI. Chip jenis ini dinilai lebih menguntungkan.

Akibatnya, produksi chip memori konvensional untuk perangkat seperti HP dan elektronik konsumen lainnya terpinggirkan.

Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron yang menguasai lebih dari 90% pasar memori global, mengalihkan kapasitas produksi untuk melayani perusahaan besar pembangun infrastruktur AI.

Produsen smartphone pun harus berebut pasokan.

Baca Juga:Tanggul Sungai Cisunggalah Jebol, Ratusan KK di Majalaya Terdampak Banjir ParahHonda Brio Satya S 2026: Mobil Matik di Bawah 200 Juta yang Masih Jadi Rebutan

SMIC, produsen chip kontrak terbesar di China, bahkan menyatakan industri telah memasuki fase krisis. Beberapa pabrikan disebut kesulitan menyelesaikan perakitan karena kekurangan komponen memori.

“Tidak ada yang benar-benar tahu berapa banyak chip yang tersedia untuk kuartal berikutnya,” ujar co-CEO SMIC, Zhao Haijun, kepada investor.

Ketidakpastian ini membuat banyak perusahaan menahan pesanan karena khawatir kekurangan pasokan.

Asia Paling Terpukul

Wilayah Asia-Pasifik menjadi kawasan yang paling terdampak.

Pasalnya, pasar ini didominasi HP dengan harga di bawah US$200 atau sekitar Rp3 jutaan. Margin keuntungannya tipis, sehingga sulit menyerap kenaikan biaya komponen.

0 Komentar