Sementara itu, Pemprov Banten menyiapkan kuota sekitar 900 peserta untuk program mudik gratis tahun ini. Pendaftaran dibuka mulai 18 Februari hingga 18 Maret 2026 melalui laman jawaramudik.bantenprov.go.id. Peserta wajib memiliki KTP Provinsi Banten dan tidak terdaftar dalam program mudik gratis lainnya. Keberangkatan direncanakan pada 18 Maret 2026 menuju kota-kota seperti Tasikmalaya, Cirebon, Banyumas, Surakarta, Surabaya, Palembang, dan Yogyakarta. Peserta yang membatalkan keikutsertaan wajib melapor maksimal H-2, jika tidak maka berisiko tidak dapat mengikuti program serupa pada 2027.
Selain tingkat provinsi, beberapa pemerintah kabupaten juga membuka mudik gratis. Pemkab Sukoharjo, misalnya, menjadwalkan pendaftaran pada 16 Februari 2026 bagi warga ber-KTP atau kelahiran Sukoharjo yang bekerja di sektor informal seperti asisten rumah tangga, pelaku UMKM, buruh, pengemudi ojek online, hingga penyandang disabilitas dan warga kurang mampu. Titik keberangkatan dari Jabodetabek berada di TMII, sedangkan untuk Bandung Raya dari PT Dirgantara Indonesia.
Pemkab Sidoarjo juga menggelar mudik gratis dengan pendaftaran offline sejak 10 Februari 2026 di Kantor Dinas Perhubungan setempat. Calon peserta wajib membawa fotokopi KTP dan KK untuk verifikasi langsung. Keberangkatan dijadwalkan pada 18 Maret 2026 pukul 06.30 WIB dari Alun-alun Sidoarjo dengan tujuan Magetan, Trenggalek, Jember, Ponorogo, dan Banyuwangi.
Baca Juga:Kasat Narkoba Ditangkap Polda Karena Narkoba, Hartanya Rp 800 JutaBisa Dipakai Narik Seharian Tanpa Takut Tekor? Ini Daftar Motor Listrik yang Jadi Andalan Ojol 2026
Program mudik gratis 2026 ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa biaya transportasi. Namun karena kuota terbatas dan pendaftaran dilakukan secara bertahap, masyarakat diimbau segera mengecek jadwal resmi dan melengkapi persyaratan agar tidak kehabisan tiket. Dengan memanfaatkan mudik gratis, perjalanan Lebaran bisa lebih aman, nyaman, dan tentunya lebih hemat. (red)
