Banjir Losari Meluas Dini Hari, 950 KK di Empat Desa Terendam Akibat Luapan Cisanggarung

banjir Losari
Banjir Losari Meluas Dini Hari, 950 KK di Empat Desa Terendam Akibat Luapan Cisanggarung
0 Komentar

BREBES- Banjir Losari kembali terjadi setelah debit Sungai Cisanggarung meningkat tajam pada Kamis, 12 Februari 2026. Luapan air sungai sejak dini hari menyebabkan genangan di empat desa wilayah Kecamatan Losari dan berdampak pada ratusan rumah warga. Peristiwa Banjir Losari ini menjadi perhatian karena terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap.

Air sungai mulai melimpas sekitar pukul 03.00 WIB dan masuk ke permukiman warga satu jam kemudian, sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam waktu singkat, air menggenangi jalan lingkungan hingga halaman dan bagian dalam rumah warga. Hingga pukul 07.30 WIB, genangan masih terlihat di sejumlah titik meski perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda surut.

Empat desa terdampak Banjir Losari yakni Desa Randusari, Pekauman, Losari Kidul, dan Losari Lor. Berdasarkan pendataan sementara, total 950 kepala keluarga (KK) terdampak akibat luapan Sungai Cisanggarung tersebut. Rinciannya, Desa Randusari 150 KK, Pekauman 300 KK, Losari Kidul 400 KK, dan Losari Lor 100 KK.

Baca Juga:Tanggul Sungai Cisunggalah Jebol, Ratusan KK di Majalaya Terdampak Banjir ParahHonda Brio Satya S 2026: Mobil Matik di Bawah 200 Juta yang Masih Jadi Rebutan

Camat Losari, M Faizin, mengatakan peningkatan debit air terjadi cukup cepat sehingga menyebabkan limpasan tak terhindarkan. Ia memastikan pemerintah kecamatan langsung bergerak melakukan penanganan darurat begitu menerima laporan dari warga. Kondisi di lapangan menunjukkan air merendam permukiman dengan ketinggian bervariasi, tergantung kontur wilayah masing-masing desa.

Menurut Faizin, koordinasi lintas instansi segera dilakukan untuk merespons Banjir Losari tersebut. Pemerintah kecamatan telah berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten guna mempercepat langkah darurat, termasuk pengadaan karung untuk pembuatan tanggul sementara sebagai upaya menahan air agar tidak semakin meluas.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi terkini kepada Bupati dan Wakil Bupati Brebes. Harapannya, dukungan logistik dan teknis dapat segera turun agar penanganan Banjir Losari berjalan optimal dan warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Banjir Losari akibat limpasan Sungai Cisanggarung ini kembali menjadi pengingat pentingnya antisipasi terhadap peningkatan debit air, terutama saat curah hujan tinggi. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, sembari menunggu langkah lanjutan pemerintah dalam penanganan dan mitigasi jangka panjang di wilayah rawan genangan tersebut. (Red)

0 Komentar