Warga dan Polisi Kompak Amankan 24 Pelajar Bawa Sajam di Cirebon

Geng motor sajam
Para pelaku yang masih pelajar tampak terdeduk lesu saat diamankan.
0 Komentar

Patroli Polsek yang melintas sempat membuat konvoi buyar. Namun sebagian kelompok kembali bergerak ke arah Klangenan. Jumlah mereka diperkirakan mencapai sekitar 50 orang, cukup untuk menimbulkan keresahan luas.

Hingga Selasa dini hari, aparat kepolisian mengamankan 24 pelajar di beberapa lokasi berbeda. Dari tangan mereka, polisi menemukan alat pemukul dan senjata tajam—indikasi kuat bahwa rencana bentrokan bukan sekadar dugaan.

Beruntung, tawuran fisik belum sempat terjadi. Polisi memastikan aksi tersebut berhasil dicegah tepat waktu. Namun peristiwa malam itu meninggalkan catatan penting: kekerasan remaja bukan hanya soal hukum, tetapi juga potret rapuhnya ruang aman dan ruang ekspresi anak-anak usia sekolah.

Baca Juga:Isyarat Kuat PSSI: Kursi Pelatih Timnas U-17 Segera Beralih, Kurniawan Disebut Kandidat UtamaPIP TK Rp450 Ribu Cair Mei 2026, Ini Penjelasan Lengkap Jadwal, Sasaran, dan Mekanismenya

Di balik senjata tajam yang mereka genggam, ada cerita tentang pengawasan yang longgar, kontrol sosial yang melemah, dan kegagalan kolektif membaca kegelisahan generasi muda. (jay)

0 Komentar