CIREBON – Malam seharusnya memberi jeda. Di desa-desa Kabupaten Cirebon, waktu biasanya melambat selepas isya: pintu rumah ditutup, obrolan mereda, dan jalanan kembali sunyi. Namun Senin malam, 9 Februari 2026, ketenangan itu patah oleh satu hal yang sama di banyak tempat—deru sepeda motor yang datang berkonvoi.
Dari Bakung Lor hingga Kreyo dan Bojong Lor, suara knalpot memecah keheningan. Rombongan remaja melintas cepat, berpindah dari satu desa ke desa lain. Bagi warga, ini bukan sekadar anak muda keliling malam. Ada firasat buruk yang cepat menyebar: ada yang tidak beres.
Di Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, kecurigaan itu berubah menjadi kecemasan nyata. Dari kejauhan, warga melihat sejumlah remaja mengacungkan senjata tajam—celurit dengan berbagai ukuran—sambil melaju di jalan desa. Gerak-gerik mereka agresif, tanpa tujuan jelas, seolah mencari sesuatu.
Baca Juga:Isyarat Kuat PSSI: Kursi Pelatih Timnas U-17 Segera Beralih, Kurniawan Disebut Kandidat UtamaPIP TK Rp450 Ribu Cair Mei 2026, Ini Penjelasan Lengkap Jadwal, Sasaran, dan Mekanismenya
“Kami khawatir bakal ada bentrokan atau korban. Mereka bawa senjata tajam,” ujar seorang warga, suaranya masih menyimpan ketegangan malam itu.
Tanpa aba-aba, tanpa komando resmi, warga bergerak. Orang-orang keluar rumah, berkumpul di beberapa titik, lalu menghadang rombongan tersebut. Keputusan itu tidak lahir dari amarah, melainkan dari naluri menjaga ruang hidup bersama. Kampung harus tetap aman.
Ketegasan warga membuahkan hasil. Belasan remaja berhasil diamankan, bersama sejumlah senjata tajam dan sepeda motor yang mereka gunakan. Emosi sempat naik, tetapi warga menahan diri. Tidak ada penghakiman di tempat. Para remaja itu justru diamankan sementara ke kantor desa, sembari menunggu aparat kepolisian datang.
Di waktu hampir bersamaan, skenario serupa terjadi di desa-desa lain. Informasi yang dihimpun menyebutkan, konvoi pelajar juga terpantau di wilayah Plumbon, Klangenan, Bakung Kidul, Orimalang, Bojong, dan sekitarnya. Di beberapa titik, patroli polisi membubarkan rombongan. Di titik lain, warga lebih dulu turun tangan sebelum menyerahkan situasi kepada aparat.
Begini Kata Polresta Cirebon:
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa, mengungkapkan bahwa kelompok pelajar tersebut diduga berafiliasi dengan aktivitas geng motor dan terindikasi kuat hendak melakukan tawuran. Mereka sempat berkumpul di wilayah Plumbon sebelum berpencar dan bergerak beriringan.
