JAKARTA – PSSI mulai memberi sinyal kuat terkait sosok yang akan mengisi posisi pelatih timnas U-17 Indonesia setelah Nova Arianto mendapat promosi untuk menangani timnas U-20. Nama Kurniawan Dwi Yulianto kini mencuat sebagai kandidat terdepan, seiring kebutuhan mendesak Garuda Asia menghadapi padatnya agenda internasional sepanjang 2026.
Kekosongan kursi pelatih timnas U-17 terjadi di tengah persiapan menuju dua turnamen penting, yakni Piala AFF U-17 yang dijadwalkan berlangsung pada April serta Piala Asia U-17 pada Mei. Situasi ini membuat PSSI harus bergerak cepat agar proses pembinaan tidak terganggu dan kesiapan tim tetap terjaga.
Sebagai langkah sementara, Nova Arianto kembali diminta memimpin timnas U-17 Indonesia dalam agenda uji coba internasional, didampingi oleh Kurniawan Dwi Yulianto. Kebijakan ini memunculkan spekulasi bahwa PSSI tengah menyiapkan transisi kepemimpinan secara bertahap, sekaligus memberi ruang bagi Kurniawan untuk beradaptasi lebih dekat dengan tim.
Baca Juga:PIP TK Rp450 Ribu Cair Mei 2026, Ini Penjelasan Lengkap Jadwal, Sasaran, dan MekanismenyaInfinix XOS 16 Mulai Jadi Sorotan, Pembaruan Sistem yang Diprediksi Paling Ambisius dari Infinix
Isyarat tersebut diperkuat oleh pernyataan anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, yang mengakui bahwa nama Kurniawan memang masuk dalam pembahasan internal federasi. Menurut Arya, proses penentuan pelatih timnas U-17 tetap akan melalui pertimbangan matang, termasuk mendengar masukan dari Nova Arianto dan Direktorat Teknik PSSI.
Rekam jejak Kurniawan di dunia kepelatihan menjadi salah satu alasan namanya diperhitungkan. Mantan striker timnas Indonesia itu pernah terlibat sebagai asisten di berbagai level tim nasional, mulai dari tim senior hingga kelompok usia, serta memiliki pengalaman di level klub, termasuk saat bergabung dengan staf pelatih Como 1907 dan melatih Sabah FC di Malaysia.
Meski demikian, tantangan besar langsung terlihat pada laga uji coba perdana melawan China. Bertanding di Indomilk Arena, Tangerang, timnas U-17 Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor telak. Hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah serius bagi jajaran pelatih, terutama dalam membenahi organisasi permainan dan mental bertanding pemain muda.
Kekalahan itu tidak serta-merta menutup peluang Kurniawan untuk melangkah lebih jauh. PSSI justru disebut ingin melihat bagaimana respons tim dan pelatih pada laga uji coba berikutnya melawan China, yang masih digelar di tempat yang sama beberapa hari berselang.
