CIREBON – Malam di Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, seharusnya berjalan tenang. Namun Senin (9/2/2026) malam itu, ketenangan desa mendadak pecah oleh deru sepeda motor yang datang berkonvoi.
Dari kejauhan, warga melihat sekelompok remaja melintas dengan gerak-gerik mencurigakan. Bukan sekadar berboncengan, sejumlah pemuda terlihat mengacungkan senjata tajam—celurit dengan berbagai ukuran—sambil melaju di jalan desa. Pemandangan itu seketika memicu keresahan.
“Kami khawatir bakal ada bentrokan atau korban. Mereka bawa senjata tajam,” ujar seorang warga Bakung Lor. Tanpa aba-aba dan tanpa komando, warga bergerak. Orang-orang keluar rumah, berkumpul di beberapa titik, lalu menghadang rombongan tersebut. Keputusan itu diambil bukan untuk mencari masalah, melainkan demi satu tujuan: menjaga kampung tetap aman.
Baca Juga:OJK Cabut Izin BPR Bank Cirebon, Begini Nasib Dana NasabahnyaDihajar China 0-7, Timnas U-17 Indonesia Bersiap Berbenah dan Buka Opsi Pemain Diaspora
Ketegasan warga membuahkan hasil. Belasan orang yang diduga terlibat geng motor berhasil diamankan. Sejumlah senjata tajam dan sepeda motor turut disita, sebelum situasi berkembang menjadi aksi kekerasan yang lebih besar.Meski emosi sempat memuncak, warga menahan diri. Para terduga pelaku tidak dihakimi di tempat.
Mereka justru diamankan ke kantor desa setempat sebagai langkah antisipasi, sambil menunggu aparat kepolisian datang.
Tak lama berselang, polisi tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi dan mengamankan barang bukti. Para terduga pelaku kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih mendalami motif di balik aksi tersebut, termasuk asal-usul kelompok motor yang terlibat serta peran masing-masing individu. Senjata tajam dan kendaraan yang digunakan kini diamankan sebagai bagian dari penyelidikan.
Menariknya, peristiwa di Bakung Lor bukan kejadian tunggal. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada waktu hampir bersamaan, kejadian serupa juga terjadi di sejumlah desa sekitar, seperti Bakung Kidul, Orimalang, Bojong, dan wilayah sekitarnya. Di beberapa lokasi, warga bersama aparat juga dikabarkan mengamankan kelompok yang diduga terlibat aksi serupa.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah pasti pelaku maupun pengembangan lanjutan kasus tersebut.Di tengah maraknya aksi geng motor yang meresahkan, peristiwa malam itu menjadi potret kuatnya solidaritas warga desa—tegas, cepat, namun tetap menahan diri agar hukum tetap berjalan. (adi/crd)
