Ketika 193 Ribu "Kartu Sakti" Itu Mendadak Mati

Bpjs
Banyak masyarakat kecewa karena layanan BPJS tiba-tiba nonaktif.
0 Komentar

Antara Sakit dan Pilihan yang Tak Ada

Bagi sebagian warga, perubahan status itu bukan sekadar administratif. Ia menjelma dilema nyata: berobat atau bertahan menahan sakit. Tak semua mampu beralih ke BPJS Mandiri, apalagi membayar biaya rumah sakit secara mandiri saat kondisi darurat.

Forum Puskesos pun mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon segera turun tangan, melakukan validasi ulang data, dan membuka solusi teknis yang cepat serta berpihak pada warga miskin.

Menunggu Kepastian

Hingga kini, ratusan ribu warga masih berada dalam ketidakpastian. Forum Puskesos Kabupaten Cirebon menyatakan masih menunggu langkah konkret dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan terkait pemulihan status kepesertaan BPJS PBI.

Baca Juga:Jabar Optimistis Produksi Padi 2026 Meningkat Meski Sering BanjirDPRD Kota Cirebon Buka Jalan Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Kang Ayip Muh

Sementara itu, di ruang-ruang tunggu rumah sakit, kegelisahan terus berulang. Bagi mereka, BPJS bukan sekadar kartu—melainkan harapan terakhir saat tubuh tak lagi kuat menahan sakit.

Dan ketika harapan itu mendadak mati, yang tersisa hanyalah pertanyaan: siapa yang bertanggung jawab atas jeda antara data dan nyawa manusia? (jay)

0 Komentar