Emas Jadi Pegangan Warga Cirebon di Tengah Gejolak Global

Emas Cirebon
Warga Cirebon mantap pilih emas daripada crypto dalam hal investasi.
0 Komentar

CIREBON — Di tengah hiruk-pikuk ekonomi global yang kian tak menentu, satu komoditas kembali bersinar dan menjadi perbincangan hangat hingga ke daerah: emas. Di Kota dan Kabupaten Cirebon, minat masyarakat terhadap investasi emas tercatat meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir, seiring lonjakan harga emas dunia yang sempat menembus rekor tertinggi, meski belakangan mengalami koreksi.

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Gejolak geopolitik internasional, ketegangan ekonomi global, serta arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia membuat emas kembali diposisikan sebagai aset lindung nilai (safe haven). Dampaknya terasa hingga ke tingkat lokal, termasuk di wilayah Cirebon.

Antrean di Toko Emas, Transaksi Digital Ikut Ramai

Di sejumlah toko emas di pusat Kota Cirebon, aktivitas jual beli logam mulia terlihat lebih padat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tidak hanya pembelian perhiasan, emas batangan ukuran kecil hingga menengah justru menjadi primadona.

Baca Juga:Epstein Files Mengguncang Dunia: Elite Global Kini dalam Sorotan Dokumen RahasiaAwal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, BRIN Ungkap Penyebabnya dari Sisi Astronomi

“Banyak warga datang bukan untuk dipakai, tapi disimpan. Mereka beli 1 gram, 5 gram, bahkan rutin nyicil,” ujar salah satu pedagang emas di kawasan Pasuketan.

Fenomena serupa juga terjadi di sektor emas digital dan tabungan emas yang ditawarkan perbankan maupun platform resmi. Skema investasi dengan modal kecil dinilai lebih realistis bagi masyarakat kelas menengah di Cirebon, terutama di tengah tekanan biaya hidup.

Dari Global ke Lokal: Ketidakpastian yang Menular

Kenaikan harga emas dunia sepanjang 2025 hingga awal 2026 dipicu oleh berbagai faktor global: perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, fluktuasi nilai tukar dolar AS, hingga ekspektasi penurunan suku bunga di sejumlah negara maju. Meski dalam beberapa hari terakhir harga emas sempat terkoreksi, analis menilai koreksi tersebut lebih bersifat teknis dan sementara.

Sentimen global itu cepat menyebar ke daerah melalui media, media sosial, dan percakapan publik. Di Cirebon, isu global tersebut diterjemahkan secara praktis oleh masyarakat: emas dianggap lebih aman dibanding instrumen lain yang dianggap berisiko.

“Kalau saham naik-turun, deposito bunganya kecil, emas meski turun sebentar, orang yakin naik lagi,” ujar seorang investor ritel asal Kabupaten Cirebon.

0 Komentar