Wilayah yang merasakan intensitas III MMI antara lain Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, hingga Banjarnegara.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut Kabupaten Bantul menjadi wilayah terdampak paling signifikan di DIY akibat Gempa Pacitan. Hingga Jumat siang, sekitar 40 warga dilaporkan harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit.
“Sebanyak 40 orang dirujuk ke belasan rumah sakit, mayoritas berada di Kabupaten Bantul,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata.
Baca Juga:Emas Jadi Pegangan Warga Cirebon di Tengah Gejolak GlobalEpstein Files Mengguncang Dunia: Elite Global Kini dalam Sorotan Dokumen Rahasia
BPBD DIY mencatat pasien rujukan tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSIY PDHI, RSU PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati, RS Rajawali Citra, RS Nur Hidayah, RSA UGM, RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro, dan RSUD Prambanan. Selain itu, beberapa rumah sakit lain dan Puskesmas Sanden masing-masing menangani satu pasien.
Agustinus menjelaskan, dampak Gempa Pacitan di Kabupaten Bantul tersebar di 10 kecamatan, meliputi Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan. Kerusakan didominasi pada rumah warga.
“Dampak yang tercatat meliputi delapan titik rumah rusak, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, dan satu fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Selain Bantul, kerusakan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, berupa kerusakan atap Balai Kampung. Sementara Kabupaten Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul hingga kini belum melaporkan adanya kerusakan maupun korban jiwa.
BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah terkait perkembangan dampak Gempa Pacitan. (red)
