DPRD Kota Cirebon Buka Jalan Penghargaan untuk Mayor Tan Tjin Kie dan Kang Ayip Muh

Dprd kota cirebon
DPRD Kota Cirebon usai rapat kerja dengan pihak-pihak terkait.
0 Komentar

Cirebon sebagai Caruban

Bagi DPRD, usulan ini memiliki makna yang lebih luas. Harry menegaskan, penghargaan kepada dua tokoh dengan latar belakang berbeda justru menegaskan identitas Cirebon itu sendiri.

“Cirebon itu Caruban—percampuran budaya. Akulturasi dan toleransi sudah menjadi DNA kota ini sejak awal,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf, M.Pd. Ia menyebut momentum ini sebagai upaya mengembalikan literasi kebudayaan yang mulai terkikis.

Baca Juga:Di Balik Senyapnya Meja Bea Cukai: KPK Tangkap 17 Orang di JakartaNama Ragnar Oratmangoen Panaskan Bursa Transfer, Persija, Persib, dan Persebaya Siaga di Detik Terakhir

“Ini bukan hanya soal penghargaan, tapi tentang mengingat kembali siapa saja yang membangun kota ini. Kami mengapresiasi semua elemen masyarakat yang menghidupkan kembali ingatan kolektif tersebut,” kata Yusuf.

Ia menegaskan, Komisi III mendorong agar usulan ini tidak berhenti di ruang diskusi, melainkan diformulasikan secara serius dan dibahas bersama Wali Kota Cirebon agar dapat direalisasikan.

Jangan Ramai di Permukaan, Sepi Penghormatan

Anggota Komisi III DPRD, Umar Stanis Klau, mengingatkan bahwa kekayaan sejarah Cirebon kerap hanya menjadi jargon wisata, tanpa diikuti pemuliaan terhadap tokoh-tokoh besarnya.

“Jangan sampai kita ramai bicara budaya, tapi lupa menghormati orang-orang yang membangun peradaban Cirebon,” ujarnya.

Menurut Umar, penghargaan kepada Mayor Tan Tjin Kie dan Kang Ayip Muh bisa menjadi titik awal untuk mengangkat tokoh-tokoh lain dari berbagai latar belakang—Arab, Tionghoa, India, dan etnis lain—yang turut membentuk wajah Cirebon.

“Secara genetika sejarah, Cirebon lahir dari berbagai latar belakang. Kita sepakat, tinggal bagaimana komitmen pemerintah agar tahun ini ada respon konkret,” tegasnya.

Ancaman Sunyi: Makam yang Bisa Pergi

Nada paling tegas datang dari Ketua MESTi Cirebon, Dedi Setiawan. Ia menilai jasa kedua tokoh sudah terlalu jelas untuk terus diabaikan.

Baca Juga:Harga Emas Diprediksi Bisa Melonjak hingga US$6.000, Tapi Risiko Koreksi Masih MengintaiTrader Ethereum Rugi Fantastis Rp3,7 Triliun, Likuidasi Kripto Picu Kepanikan Pasar

“Sudah seharusnya pemerintah daerah memberikan penghargaan. Ini soal etika sejarah,” katanya.

Namun Dedi juga menyampaikan catatan keras. Jika dalam satu tahun tidak ada respon dari Pemerintah Kota Cirebon, pihaknya membuka kemungkinan pemindahan makam Mayor Tan Tjin Kie ke Kota Malang—daerah yang disebut siap memberikan penghargaan resmi.

0 Komentar