Di sisi lain, industri motor listrik nasional tetap menunjukkan sikap optimistis menghadapi 2026 meski tanpa subsidi. Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menyebut, pelaku industri kini memilih pendekatan yang lebih realistis dibandingkan mengejar pertumbuhan agresif.
Berdasarkan data Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan, penjualan motor listrik sepanjang 2025 tercatat sekitar 55.059 unit. Angka tersebut menjadi acuan bagi industri dalam menyusun target penjualan tahun berikutnya.
“Tahun ini kami tidak muluk-muluk. Jika saat ini ada sekitar 55.000 unit, pada 2026 kami menargetkan kenaikan sekitar 25.000 unit, sehingga totalnya bisa mencapai 75.000 unit,” ujar Budi dalam kesempatan terpisah. (Red)
