Puluhan Ikan Dewa di Kuningan Tiba-tiba Mati, Diskanak Ungkap Penyebab Sementara

Ikan dewa
Begini soal fakta ikan dewa mati mendadak di Kuningan.
0 Komentar

KUNINGAN — Puluhan ikan dewa (Tor soro), jenis ikan air tawar yang menjadi ikon di Kabupaten Kuningan, mati mendadak di Balong Girang Cigugur, Kecamatan Cigugur dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa itu pertama kali ditemukan warga pada Kamis (29 Januari 2026) dan terus terjadi sampai akhir pekan lalu.

Hasil pemantauan awal dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan menunjukkan bahwa jumlah ikan yang mati telah mencapai sekitar 50 ekor, tersebar selama tiga hari sejak awal ditemukannya kejadian ini.

Kematian massal ikan dewa itu diduga dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda kawasan setempat dalam beberapa hari terakhir, sehingga terjadi perubahan kondisi lingkungan yang memengaruhi kesehatan ikan. Penyebab pasti masih dalam tahap investigasi lanjut.

Baca Juga:Cek Hari Libur di Bulan Februari 2026! Ada Libur Panjang, Tandai TanggalnyaHarga Pertamax Turun Mulai Hari Ini, Cek Bagaimana dengan Harga BBM Subsidi

Menurut pengelola Balong Girang Cigugur, fenomena ini baru terjadi sekali dalam 15 tahun terakhir, menunjukkan kejadian yang langka bagi kolam wisata tersebut.

Ikan dewa dikenal oleh masyarakat lokal sebagai ikan yang memiliki nilai budaya dan ekologi penting di wilayah Kuningan, sehingga kematian massal ini menarik perhatian warga dan pihak terkait.

Pihak Diskanak dan pengelola kolam masih terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa berlanjut.

Fakta Singkat

Lokasi kejadian: Balong Girang Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Jumlah ikan mati: Diperkirakan sekitar 50 ekor.

Penyebab sementara: Diduga akibat cuaca ekstrem dan perubahan kondisi lingkungan.

Kejadian sebelumnya: Fenomena serupa jarang terjadi dalam 15 tahun terakhir. (jay)

0 Komentar