Waspadai Child Grooming! Kejahatan Sunyi di Balik Layar Ponsel Anak

Child feature
Ilustrasi child grooming. Fenomena ini biasanya diawali dari percakapan ringan.
0 Komentar

Anak Perempuan Lebih Rentan

Beberapa studi global mengungkap fakta bahwa anak perempuan cenderung lebih banyak menjadi sasaran grooming, khususnya di kanal digital. Hal ini terkait dengan cara pelaku memanfaatkan keadaan emosi dan psikologis korban serta persepsi sosial yang berbeda antara gender dalam konteks penggunaan media sosial.

Tantangan Deteksi Dini

Salah satu masalah utama dalam penanganan grooming adalah minimnya deteksi dini. Anak sering kali tidak menyadari bahwa ia sedang dimanipulasi. Selain itu, percakapan yang terjadi di balik pesan pribadi dan fitur end-to-end encryption memberikan ruang bagi pelaku untuk beroperasi tanpa pengawasan orang dewasa.

KPAI menegaskan bahwa tidak ada konsep “persetujuan” (consent) yang sah dalam hubungan antara orang dewasa dan anak, karena perbedaan usia dan kematangan emosional membuat anak secara hukum dan psikologis tidak berada pada posisi yang setara.

Peran Orang Tua dan Sekolah

Baca Juga:Resmi, Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh 18 Februari 2026Gempa Sumedang: Sesar Lembang Kembali Aktif, Bupati Sumedang Ingatkan untuk Memperketat Mitigasi

Pencegahan grooming tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Para ahli menekankan peran penting orang tua dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Orang tua perlu aktif mengawasi aktivitas digital anak dan membangun komunikasi terbuka tentang risiko online. Edukasi tentang batasan privasi, tanda bahaya interaksi digital, dan pentingnya berbicara jika sesuatu membuat mereka merasa tidak nyaman menjadi kunci utama pencegahan.

Kesimpulan: Waspada Tanpa Ketakutan

Child grooming adalah kejahatan terselubung yang memanfaatkan kepercayaan dan teknologi untuk mengintai anak-anak. Masyarakat luas — termasuk orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan — perlu memahami bahaya ini bukan sebagai berita sensasional, tetapi sebagai ancaman nyata yang membutuhkan kerja sama banyak pihak untuk dicegah dan dilawan. (red/dbs)

0 Komentar