Resmi, Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh 18 Februari 2026

awal ramadan
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh 18 Februari 2026
0 Komentar

JABARPUBLISHER.COM – Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut diumumkan melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Keputusan awal Ramadan ini didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini mengacu pada perhitungan astronomi berskala global, bukan pada pengamatan hilal secara lokal.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, menjelaskan bahwa KHGT disusun dengan prinsip keseragaman hari dan tanggal di seluruh dunia.

Baca Juga:Gempa Sumedang: Sesar Lembang Kembali Aktif, Bupati Sumedang Ingatkan untuk Memperketat MitigasiEmas, Aset Tua yang Kembali Dicari di Zaman Digital

Konsep tersebut dikenal dengan istilah one day, one date globally. Artinya, seluruh permukaan bumi dipandang sebagai satu kesatuan matla’ tanpa pembagian wilayah penanggalan.

“Jika bumi dibagi ke dalam zona-zona, maka keseragaman tanggal tidak mungkin terjadi. Bisa saja satu wilayah sudah masuk tanggal baru, sementara wilayah lain belum,” ujar Rahmadi dalam Pengajian Tarjih di Yogyakarta, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (30/1/2026).

Rahmadi menegaskan, kalender Hijriah jangka panjang hanya dapat disusun melalui metode hisab atau perhitungan astronomi. Menurutnya, rukyat memiliki keterbatasan karena hanya bisa memastikan awal bulan untuk waktu dekat.

Dalam sistem KHGT, awal Ramadan ditetapkan apabila sebelum pukul 24.00 GMT terdapat wilayah daratan di bumi yang memenuhi dua kriteria astronomi.

Kriteria tersebut yakni elongasi bulan dan matahari minimal 8 derajat, serta ketinggian hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.

Jika syarat utama belum terpenuhi, maka digunakan parameter lanjutan. Parameter pertama adalah terjadinya ijtimak atau konjungsi bulan di Selandia Baru sebelum waktu fajar.

Selandia Baru dipilih karena merupakan wilayah berpenghuni paling awal yang memasuki hari baru. Parameter kedua, pada waktu yang sama, kriteria elongasi dan ketinggian hilal harus terpenuhi di wilayah daratan benua Amerika sebagai penutup siklus 24 jam global.

Baca Juga:Pencarian Korban Longsor KBB Berlanjut, 53 Kantong Jenazah Telah DievakuasiElon Musk: Dari Anak Pendiam Afrika Selatan hingga Penentu Arah Teknologi Dunia

Berdasarkan hasil hisab, konjungsi bulan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 GMT. Namun hingga sebelum pukul 24.00 GMT, belum ada wilayah yang memenuhi kriteria utama.

Karena itu, Majelis Tarjih menggunakan parameter lanjutan dalam penetapan awal Ramadan.

Hasil perhitungan menunjukkan, ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum fajar setempat. Sementara itu, di wilayah Bethel, Alaska, elongasi bulan telah melampaui 8 derajat dan ketinggian hilal lebih dari 5 derajat.

0 Komentar