Asep berharap proses hukum berjalan transparan dan adil, tanpa ada lagi penyelewengan di desa mereka.
“Kami sudah lapor ke kejaksaan dan sekarang sedang dilakukan audit oleh Inspektorat. Kami berharap proses hukum berjalan transparan dan tidak ada lagi penyelewengan di Desa Gombang,” tegasnya.
Simbol Kontrol Sosial di Tengah Guyuran Hujan
Aksi warga berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Atribut protes — poster, keranda mayat, dan pembacaan puisi — menjadi simbol kuat jaringan emosional warga dengan persoalan tata kelola desa yang mereka nilai bermasalah. Meski hujan, massa teguh untuk tetap tinggal, seakan menunjukkan bahwa suara warga tak bisa diabaikan begitu saja.
Baca Juga:Kasus Es Gabus Berakhir dengan Permintaan Maaf dan Bantuan NegaraPajak Mobil Baru Disebut Capai 40 Persen, Selisih NJKB dan Harga OTR Jadi Sorotan
Bagi mereka, hujan hanya sekadar rintangan fisik; suara warga adalah hujan batin yang tak dapat dibendung. (tim)
