Apabila ditemukan pelaku perjalanan dengan gejala tersebut, Kemenkes akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Pemerintah juga memperkuat deteksi dini melalui Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan serta meningkatkan surveilans penyakit infeksi emerging di rumah sakit.
Selain itu, sosialisasi pencegahan virus Nipah terus dilakukan melalui media elektronik dan fasilitas layanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
IDI: Indonesia Lebih Siap Berkat Pengalaman Covid-19
Dewan Penasihat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih, menilai Indonesia memiliki modal kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman virus Nipah. Menurutnya, pola penularan virus Nipah memiliki kemiripan dengan Covid-19.
Baca Juga:bank bjb Salurkan Mobil UTD ke RSUD Waled, Donor Darah Kini Bisa Jemput BolaWaspada! Cuaca Ekstrem Belum Usai, BMKG Ungkap Ancaman Serius Hingga Akhir Januari
“Dengan pengalaman menghadapi wabah Covid-19, saya yakin tenaga kesehatan di lapangan lebih siap menangani penyakit infeksi seperti Nipah,” ujar Faqih.
Meski demikian, kesiapan tenaga kesehatan harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, seperti alat pelindung diri, standar operasional yang jelas, serta manajemen rumah sakit yang sigap. Faqih menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama.
“Pengawasan di pintu masuk negara harus benar-benar ketat. Kalau lengah, risikonya bisa besar,” katanya.
Cara Mencegah Virus Nipah
Kemenkes dan IDI sepakat bahwa pencegahan virus Nipah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah pencegahan, antara lain tidak mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar, mencuci dan mengupas buah sebelum dimakan, serta menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan menjaga daya tahan tubuh.
Bagi yang bepergian ke India atau negara terjangkit virus Nipah, masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan setempat. Jika mengalami gejala setelah kembali ke Indonesia, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Baca Juga:Lucky Element Meninggal Dunia Setelah Berjuang dari Penyakit Tuberkulosis GinjalWagub Jabar Pastikan Pencarian Korban Longsor Dilakukan Secara Maksimal
Dari IDI, Faqih juga mengingatkan kewaspadaan bagi masyarakat yang mengonsumsi daging kelelawar atau daging babi. Kedua hewan tersebut berpotensi menjadi medium penularan virus Nipah jika tidak diolah dengan benar.“Kalau tetap dikonsumsi, pastikan dimasak hingga benar-benar matang,” ujarnya.
