JABARPUBLISHER.COM – Timnas futsal Indonesia akan mengawali perjuangannya di Piala Asia Futsal 2026 pada malam ini, Selasa (27/1/2026). Laga perdana Grup A mempertemukan Indonesia dengan Korea Selatan dan akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, dengan kick-off pukul 19.00 WIB.
Bertindak sebagai tuan rumah, Timnas Futsal Indonesia tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Kirgistan, dan Irak. Pertandingan Indonesia kontra Korea Selatan menjadi laga kedua di Grup A, setelah sebelumnya Irak menghadapi Kirgistan pada pukul 15.00 WIB.
Dukungan publik tuan rumah diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi skuad Garuda untuk meraih hasil positif pada laga pembuka. Mengawali turnamen dengan kemenangan dinilai penting untuk membuka peluang lolos ke fase berikutnya.
Baca Juga:Ngeri! Virus Nipah Mengintai, Apa dan Bagaimana Cara Agar Terhindar, Simak di Sinibank bjb Salurkan Mobil UTD ke RSUD Waled, Donor Darah Kini Bisa Jemput Bola
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan bahwa fokus tim sepenuhnya tertuju pada laga perdana melawan Korea Selatan. Ia meminta para pemain tidak memikirkan lawan berikutnya sebelum menyelesaikan pertandingan pertama.
“Kami hanya fokus pada pertandingan pertama melawan Korea. Setelah itu baru Kirgistan, lalu Irak. Kami tidak memikirkan hal lain,” ujar Hector Souto dalam konferensi pers prapertandingan, Senin.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga menilai Korea Selatan sebagai lawan yang solid, khususnya dalam bertahan. Souto menyebut tim asuhan Pablo Fernandez itu menunjukkan konsistensi dalam beberapa laga terakhir.
“Dalam empat pertandingan terakhir, mereka hanya kebobolan dua gol. Mereka bermain imbang melawan Thailand dan mampu mengalahkan Bahrain,” jelas Souto.
Timnas Futsal Indonesia datang ke Piala Asia Futsal 2026 dengan modal kepercayaan diri tinggi usai menjuarai SEA Games 2025 di Thailand. Medali emas tersebut menjadi bukti dominasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Meski demikian, Souto menegaskan bahwa status juara SEA Games tidak boleh membuat timnya terlena. Ia mengingatkan para pemain untuk segera melupakan capaian tersebut dan fokus menghadapi persaingan yang lebih ketat di level Asia.
“Dalam olahraga, masa lalu tidak ada dan masa depan adalah mimpi. Jika masih memikirkan SEA Games, itu akan jadi masalah. Ini level Asia,” tegasnya.
