KDM Dorong bank bjb Bermitra Dengan Industri

KDM, Kang Dedi Mulyadi, Gubernur jabar
\"Surat keputusan pengangkatan PPPK Paruh Waktu itu September/ Oktober 2025, lalu mulai bekerja 1 Januari 2026. Kerja dulu satu bulan, baru gajian. Jadi, pembayaran gajinya pada awal Februari 2026,\" kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi
0 Komentar

KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta bank bjb untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan yang berkontribusi terhadap investasi di Jawa Barat.

Masuknya bank bjb ke wilayah industri tersebut akan menjadikan bank pembangunan daerah itu menjadi bank terbesar dan tersehat di Indonesia.

Hal itu disampaikan Dedi dihadapan jajaran arah bank bjb pada Business Review semester II tahun 2025 dan Executive Workshop 2026 di Bale Pakuan Bandung, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga:Prediksi Persib vs PSBS Biak: Skuad Nyaris Full Team, Maung Bandung Siap Mengamuk di GBLAGubernur Jabar Targetkan bank bjb Raih Laba Rp 2,2 Triliun

“Bank bjb harus masuk ke area industri yang hari ini membuat investasi di Jabar tertinggi se-Indonesia, kalau semuanya menjadi mitra maka bjb akan jadi bank terbesar dan sehat,” ujar Dedi.

Diketahui, Jawa Barat masih menjadi tujuan investasi terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, realisasi investasi di Jawa Barat sepanjang tahun 2025 mencapai Rp296,8 triliun atau 109,9 persen dari target yang ditetapkan. Dari total realisasi investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat mencapai Rp147,02 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp149,8 triliun.

Kepercayaan investor menanamkan modalnya di Jawa Barat harus dimanfaatkan bank bjb untuk mewujudkan investor asing maupun dalam negeri.

Selain tiba dengan industri, KDM meminta bank bjb untuk tiba di sana. KDM ingin bank bjb mewujudkannya dalam membangun rumah bagi rakyat miskin, sekolah-sekolah baru, menyekolahkan anak yatim hingga membantu pelaku UMKM.

Dalam kesempatan itu, KDM mendorong bank bjb menjadi bank tersehat dan visioner di Indonesia. Menurutnya, bank sehat dan visioner lahir dari menajemen, jajaran komisaris dan lingkungan perbankan yang sehat dan visioner. (rls/hms)

0 Komentar