Ia menyebutkan investasi Jawa Barat pada 2025 mencapai Rp298,6 triliun. Jika sebagian investor mendapatkan pendanaan dari bank bjb, maka akan memberikan dampak besar bagi kinerja perusahaan.
Kemudian, proyek infrastruktur Jabar pada 2026 yang akan mencapai lebih dari Rp7 triliun juga harus mampu ditangkap peluangnya oleh bank bjb.
“Harus mengasah naluri itu, jadi tahu mana peminjam jujur dan yang tidak. Mana kala lembaga perbankan netral dan beritegritas, maka akan semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga:Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Disdik DKI Berlakukan PJJ hingga 28 JanuariRedmi Note 15 Resmi Masuk Indonesia: HP “Badak” Super Tahan Banting, Baterai Jumbo & Kamera 200 MP!
Perusahaan yang berinvestasi di Jawa Barat juga dapat ditawari untuk menjadi nasabah bank bjb. Pembayaran upah pegawai perusahaan dapat melalui bank bjb.
“Ada pengusaha dari China ingin membuka pabrik di Jabar, saya tawarkan 3.000 pekerja terampil, nanti mereka harus menabung di bjb. Tetapi bjb juga harus memiliki devisi IT yang bagus, jangan sampai transaksi elektronik ‘lemot’, ATM ‘lemot’,” tegasnya.
Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menutup acara dengan memberikan masukan dengan tema “_Leading Transformation Into Sustainable Enterprise for_ Bank BJB” kepada jajaran direksi, komisaris dan pimpinan bank bjb lainnya. (rls)
