CIREBON – Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, mendatangi Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, untuk menyerap langsung aspirasi warga terkait rencana penanaman kelapa sawit di wilayah tersebut.
Kedatangan pimpinan DPRD itu menyusul keberatan warga yang menilai keberadaan tanaman sawit berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan serta mengancam keberlanjutan lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan masyarakat.
Dalam pertemuan bersama warga, Sophi menegaskan bahwa DPRD perlu mengetahui kondisi riil di lapangan sebelum mengambil sikap. Menurutnya, kebijakan pemanfaatan lahan tidak semestinya diputuskan tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak secara langsung.
Baca Juga:Komisi IV DPRD Cirebon Tekankan Layanan Sosial Tepat Sasaran Berbasis DTSENKomisi III DPRD Kab Cirebon Serap Aspirasi HMI Soal Banjir dan Lingkungan
Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran terkait berkurangnya ketersediaan air, perubahan fungsi lahan, hingga dampak jangka panjang terhadap sektor pertanian. Warga pun meminta agar penanaman sawit dihentikan, serta tanaman yang telah terlanjur ditanam dievaluasi.
Menanggapi hal tersebut, Sophi menyatakan bahwa penolakan warga tidak bisa dilepaskan dari pertimbangan lingkungan jangka panjang. Ia menilai, kelapa sawit memiliki karakteristik tertentu yang berpotensi memengaruhi keseimbangan alam apabila tidak dikelola secara tepat.
“Dampaknya memang tidak langsung terlihat, tapi dalam jangka panjang bisa menjadi persoalan. Ini yang perlu kita antisipasi bersama,” ujar Sophi, Sabtu (3/1/2026).
Lebih lanjut, Sophi mendorong adanya pembahasan lanjutan guna mencari alternatif tanaman yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan Cigobang, namun tetap memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Ia menyebut beberapa komoditas, seperti kopi, dinilai lebih ramah terhadap resapan air.Ia juga menekankan bahwa proses penggantian tanaman harus dilakukan melalui kesepakatan bersama, secara bertahap, serta disertai pendampingan dari pemerintah daerah dan dinas terkait. DPRD, kata dia, siap mengawal proses tersebut agar tidak merugikan warga.
Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Cirebon disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang warga Cigobang mengaku lega karena aspirasi mereka akhirnya didengar langsung oleh wakil rakyat.“Kami ingin lingkungan tetap terjaga, tapi kami juga tetap bisa bertani dan punya penghasilan,” ujarnya.
Warga berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal penataan kebijakan pemanfaatan lahan yang lebih berpihak pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat Desa Cigobang. (red)
