Jarak antara titik awal pencarian dengan lokasi penemuan serpihan pesawat diperkirakan sekitar 1,5 kilometer. Tim Aju telah diarahkan menuju titik badan pesawat, meski masih terkendala medan yang terjal dan sulit ditembus.
“Akses menuju lokasi badan pesawat cukup ekstrem dan jaraknya relatif jauh. Kami harus benar-benar memperhitungkan faktor keselamatan personel sebelum melakukan evakuasi,” tegasnya.
Sebelumnya, pada pukul 07.46 WITA, tim SAR mencatat temuan awal berupa serpihan kecil di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT, kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep.
Baca Juga:Maarten Paes Gagal, Persib Bandung Incar Cyrus Margono untuk Putaran Kedua?Samsung Galaxy S26 Ultra Bertransformasi: Desain Lebih Ergonomis, Performa Tetap Gahar
Selain itu, dilaporkan pula adanya bagian badan pesawat berukuran besar, bagian hidung pesawat yang terbuka, serta ekor pesawat yang ditemukan di lereng selatan bawah lokasi kejadian. Seluruh serpihan pesawat jatuh tersebut ditemukan oleh tim gabungan darat dan udara.
Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui membawa 11 orang, dengan rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 WITA di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.
Di dalam pesawat terdapat delapan kru dan tiga penumpang. Kru pesawat terdiri dari Captain Andy Dahananto, Yudha Mahardika, Captain Sukardi, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Sementara penumpang tercatat atas nama Deden, Ferry, dan Yoga.
Operasi SAR pencarian korban pesawat jatuh ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, BPBD, serta dukungan masyarakat setempat. Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. (red)
