Kobaran Api Ditengah Hujan Pasar Lemahabang: Malam Dimana Pedagang Kehilangan Segalanya

Kobaran Api Ditengah Hujan Pasar Lemahabang: Malam Dimana Pedagang Kehilangan Segalanya
0 Komentar

CIREBON – Hujan turun deras di Pasar Desa Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/12/2025) malam. Namun, air dari langit tak mampu menghentikan amukan api yang justru kian membesar. Di tengah gelap dan guyuran hujan, kobaran merah menyala melahap deretan kios kayu, mengubah pasar yang biasanya ramai menjadi lautan api dan kepanikan.

Ratusan pedagang berhamburan. Teriakan, tangis, dan suara kayu terbakar bercampur menjadi satu. Kepanikan melanda ketika api merambat cepat dari satu lapak ke lapak lainnya. Sebagian besar kios yang terbuat dari material kayu membuat si jago merah tak terbendung, meski hujan terus mengguyur kawasan pasar.

Begitu kabar kebakaran menyebar, sejumlah pedagang nekat menerobos masuk ke area pasar. Dengan nyawa sebagai taruhan, mereka berusaha menyelamatkan barang dagangan. Bahkan sebelum aliran listrik dipadamkan, beberapa pedagang tetap memaksa masuk, menembus asap pekat dan kobaran api yang terus menjalar.

Baca Juga:Dana Desa Tahap II 2025 Tertahan, FKKC Cirebon Lobi DPR RI Namun Tetap Tak CairFeature | Catatan Subuh dari Balik Sel yang Tak Pernah Ada

Di antara mereka, Oman Rohman, pedagang kue kering, berdiri dengan wajah lemas. Malam itu, ia baru saja berbelanja stok dagangan dalam jumlah besar. Rasa panik mendorongnya masuk ke kios yang tengah terancam api.

“Saya baru belanja barang dagangan. Alhamdulillah sebagian besar bisa diselamatkan, tapi kios serta seluruh stok kue keringnya ludes terbakar,” ujar Oman, menahan kelelahan dan kesedihan.Kebakaran hebat tersebut ditaksir menghanguskan ratusan kios yang tersebar di delapan blok Pasar Desa Lemahabang. Sebagian pedagang mengaku baru menyadari pasar terbakar setelah melihat kobaran api membumbung tinggi ke udara, menerangi malam dengan cahaya yang menakutkan. Petugas pemadam kebakaran tampak kewalahan.

Luasnya area yang terbakar serta material kios yang mayoritas kayu membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan. Armada pemadam harus bolak-balik mengisi ulang air, sementara api terus melahap apa pun yang dilewatinya.

Proses pemadaman berlangsung berjam-jam. Hingga malam kian larut, sejumlah titik api akhirnya berhasil dikendalikan, meski sisa kepulan asap masih terlihat di beberapa sudut pasar.

Akibat peristiwa ini, ratusan pedagang mengalami kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Banyak di antara mereka hanya bisa pasrah, menyaksikan kios dan barang dagangan yang menjadi sumber penghidupan berubah menjadi abu.

0 Komentar