CIREBON – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (23/12/2025) sore, menyebabkan banjir bandang di sejumlah titik. Kecamatan Sumber dan Kecamatan Talun menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Hingga pukul 18.30 WIB, banjir terpantau masih merendam permukiman warga dan memutus akses jalan utama. Di Kecamatan Sumber, air setinggi dada orang dewasa merendam kawasan padat penduduk serta area pertokoan, yang mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh total.Dari beberapa postingan netizen di media sosial, banjir juga menggenangi komplek gedung pemerintahan Kabupaten Cirebon. Dalam unggahannya tertulis ;
Banjir tidak hanya merendam hunian, tetapi juga merusak fasilitas komersial. Sebuah gudang supermarket di wilayah Sumber dilaporkan tersapu arus deras, menyebabkan barang dagangan dan kebutuhan pokok hanyut terbawa banjir.”Biasanya tidak banjir, sekarang banjir,” ujar Yuyun, warga Perum Purnama Indah, Kelurahan Kaliwadas, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa malam.
Baca Juga:Proyek Jalan Sutajaya Mandek di Akhir Tahun, Kuwu Babakangebang Angkat BicaraKombes Pol Sumarni Pindah ke Metro Bekasi, AKBP Imara Utama Resmi Jabat Kapolresta Cirebon
Selain permukiman, banjir juga menggenangi kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Cirebon dan memicu kemacetan panjang.“Sejak 2021, belum pernah lihat komplek kantor dinas kebanjiran seperti ini,” Ujar Tiara, salah satu pegawai di lingkungan dinas Kabupaten Cirebon.
Berikut adalah rincian kondisi lalu lintas:Jalur Sultan Agung – Fatahillah: Antrean kendaraan mengular hingga sekitar 4 kilometer.Kecamatan Talun: Ketinggian air berkisar 30–70 cm, menyebabkan banyak sepeda motor mogok dan kendaraan memutar balik.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon maupun pemerintah daerah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah pengungsi maupun total kerugian material. Pendataan terkait kemungkinan adanya korban jiwa masih terus dilakukan di lapangan.
Warga terdampak saat ini sangat mengharapkan langkah darurat dari pemerintah, terutama bantuan logistik, pendirian posko pengungsian, dan pengerahan pompa penyedot air untuk mempercepat surutnya genangan. (tim JP)
