CIREBON – Polemik terkait adanya dugaan penarikan dana sumbangan untuk pembangunan ruang kelas baru mencuat di MTs Negeri 9 Cirebon atau yang lebih dikenal dengan MTsN Pabuaran.
Tim JP saat melakukan konfirmasi di MTsN 9 Cirebon ditemui Wakasek dan guru.
Informasi yang dihimpun JP, dalam rapat wali murid kelas 7 yang digelar pekan lalu, pihak sekolah melalui komite menyampaikan adanya rencana sumbangan sebesar Rp665 ribu per siswa dengan alasan untuk pembangunan ruang kelas baru.
Baca Juga:Sekda Tegaskan Dana Operasional Gubernur dan Wagub Rp 28,8 Miliar Kembali ke MasyarakatPolresta Cirebon Gelar Bakti Sosial Kesehatan, Puluhan Warga Antusias Periksa Gratis
Namun, usulan itu langsung menuai reaksi keberatan dari wali murid. Mereka menilai nominal tersebut terlalu besar dan memberatkan di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit.
“Jumlah Rp665 ribu jelas berat bagi kami. Setelah diskusi, akhirnya disepakati hanya di angka Rp200 ribu per siswa,” ungkap salah seorang wali murid kepada JP.
Jika seluruh wali murid kelas 7 yang berjumlah 352 siswa menyanggupi, maka dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp70 juta. Meski demikian, jumlah itu tetap dinilai masih kurang untuk membangun satu ruang kelas dengan ukuran 7×9 meter.
Kekurangan 1 Ruang Kelas, Klaim Sumbangan Tak Ada Paksaan
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Selasa (16/9/2025), Kepala MTsN 9 Cirebon, H. Sapi’i, melalui Waka Sarpras Aan Charles Chaniago, M.Pd, membenarkan adanya sumbangan tersebut. Ia menjelaskan, penggalangan dana dilakukan karena sekolah memang kekurangan satu ruang kelas untuk siswa kelas 7, sehingga sementara ini harus menggunakan laboratorium sebagai ruang belajar.
“Komite bicara ke orang tua, tidak ada paksaan. Kalau disepakati alhamdulillah, kalau tidak ya tidak masalah. Akhirnya diputuskan Rp200 ribu per siswa, itupun kalau semuanya membayar terkumpul sekitar Rp70 juta,” jelas Aan.
Ia menegaskan bahwa teknis pengumpulan sumbangan sepenuhnya ditangani oleh komite sekolah, sementara pihak sekolah tidak terlibat terlalu jauh.
Aan juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah pernah mengajukan bantuan pembangunan ruang kelas ke Kementerian Agama dan bahkan ke Kementerian PUPR. “Sudah ada survei dan pendataan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan akan direalisasikan,” ungkapnya.
Baca Juga:RSUD Rengasdengklok Resmi Dibuka, Jadi Kado Manis HUT Karawang ke-392Mantap..!! Ratusan Kader PPP Karawang Ditempa Latihan Kepemimpinan
Karena keterbatasan tersebut, lanjut Aan, pihak komite mengambil inisiatif untuk meminta sumbangan kepada orang tua murid. Namun di sisi lain, beberapa wali murid masih menyuarakan keberatan dengan alasan kondisi ekonomi yang belum membaik.
