Nyatakan Siap Pulangkan Sifa dan Beri Kompensasi Sebatas Kemampuan
CIREBON – Kasus viral Muhamad Khoerul Sifa, warga Desa Dompyongkulon, Kecamatan Gebang, yang terlantar di Jepang usai diduga menjadi korban penipuan tenaga kerja, kembali berkembang. Syheikh Liton, WNI asal Bangladesh yang disebut-sebut memberangkatkan Sifa, akhirnya buka suara.
Melalui sambungan telepon pada Jumat (9/8/2025) siang, Syheikh Liton memberikan klarifikasi kepada tim Jabar Publisher. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dari Sifa. Menurutnya, uang tersebut diterima oleh pihak lain bernama Sukarna.
“Saya tidak menerima uang sepeser pun dari Sifa. Yang menerima uang adalah Sukarna, bukan saya,” ujar Syheikh Liton dalam konfirmasi via telepon.
Baca Juga:Pedagang Sayur Tewas Tertabrak KA di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Desa GetrakmoyanDesa Sumber Kidul Gelar Dana Desa Tahap 2 Th 2025, Mantapkan Infrastruktur dan Pemberdayaan
Terkait tuntutan ganti rugi sebesar Rp80 juta yang disampaikan keluarga Sifa, Syheikh Liton mengaku keberatan. Meski demikian, ia menyatakan siap bertanggung jawab untuk memulangkan Sifa ke Indonesia dan tetap memberikan kompensasi sebatas kemampuannya.
“Tanggung jawab memulangkan saya siap. Tapi kompensasi Rp80 juta saya tidak sanggup. Nilainya tetap ada, tapi saya tidak bisa menyebutkan pasti. Saya akan berikan sesuai kemampuan saya,” ungkapnya.
Fakta Aliran Dana dan Nasib Tiga Pekerja
Namun, bantahan Sheikh Liton tersebut berseberangan dengan fakta di lapangan. Berdasarkan penelusuran redaksi dan pernyataan sejumlah sumber, terdapat aliran dana dari Sukarna ke rekening Sheikh Liton dengan rincian Rp21 juta, Rp4 juta, dan Rp1 juta, ditambah lagi transfer sebesar Rp39 juta dari transfer BRI Link ke rekening Sheikh Liton.
Jika ditotal, aliran dana yang terdeteksi mencapai Rp65 juta lebih. Padahal, berdasarkan keterangan sejumlah narasumber, ongkos keberangkatan tiga tenaga kerja yang dibawa Sheikh Liton ke luar negeri, termasuk Shifa, mencapai sekitar Rp145 juta.
Meski selalu berkelit tidak menerima uang dari Sifa, jejak transaksi perbankan justru mengarah ke Sheikh Liton. Dari tiga calon tenaga kerja yang berangkat bersamanya, dua orang yakni Syarif dan Sukarna tetap mendapatkan pekerjaan meski ilegal, sementara Shifa justru terlantar di Jepang dan meminta segera dipulangkan. Diduga kuat, Sukarna juga turut menikmati aliran dana dalam proses pemberangkatan tersebut.
