CIREBON – Viral di media sosial, sebuah video memperlihatkan warga Desa Dompyongkulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, bernama Muhamad Haerul Sifa yang memohon bantuan pemerintah agar bisa dipulangkan dari Jepang. Dalam video itu, Sifa mengaku hidup serabutan sebagai pekerja ilegal dan kini terpaksa tinggal di rumah sederhana di tengah hutan karena statusnya tidak resmi.
Link Video Viral klik, VIDEO SIFA
Foto Kiri: Sifa saat bercerita kondisinya yang terlantar di Jepang. Foto Kanan: Ajid saat mengadu ke redaksi JP terkait masalah ini.
Ia mengaku tidak pernah berniat bekerja secara ilegal. Awalnya, ia mendaftar ke sebuah penyalur tenaga kerja dengan tujuan resmi Korea Selatan. Namun, saat keberangkatan, ia justru diterbangkan ke Jepang tanpa sepengetahuannya.
Baca Juga:Puluhan Lomba Meriahkan HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Desa Pakusamben ke-44Jalan Dompyong–Karangwangun Rusak, Pemdes Babakan: Kami Tak Tinggal Diam
“Saya tidak tahu, ternyata jalurnya ilegal. Sekarang untuk pulang pun sulit karena biaya dan status saya tidak resmi,” ungkapnya.
Tim Jabar Publisher berhasil menghubungi Sifa untuk meminta konfirmasi, dan ia membenarkan isi video tersebut. Ia juga menyebut bahwa dirinya berangkat bersama dua rekannya, Sarif dan Sukarna, melalui penyalur berinisial SL yang ternyata bukan lembaga resmi, melainkan perorangan.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Senin (25/8/2025) SL membantah tuduhan tersebut.
“Saya tidak memberangkatkan orang, saya bukan sponsor, tidak punya PT. Mana bisa saya berangkatkan orang bekerja ke luar negeri,” kata SL.
Meski begitu, SL mengakui bahwa ia mengetahui adanya pengurusan dokumen paspor dan visa oleh Sukarna dan dua rekannya. “Mereka mengurus sendiri, saya cuma tahu dokumennya. Lebih jelasnya bisa tanya Pemdes Dompyong Kulon,” klaim SL yang merupakan WNA asal Bangladesh yang tinggal di Desa Dompyong Kulon.
Tuntutan Rp 80 Juta Bukan Tanpa Dasar, Melainkan Uang Hasil Pinjam Bank untuk Ongkos Berangkat ke Korea
Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Ajid, menegaskan bahwa keberangkatan Sifa ke luar negeri telah menghabiskan biaya besar. Orang tua Sifa bahkan harus meminjam uang dari bank demi keberangkatan anaknya ke Korea. Namun, bukannya ke Korea, Sifa justru diterbangkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ke Jepang dan kini terlantar.
