“Kami merasa sangat terhormat. Ini momentum luar biasa bagi masyarakat kami,” ungkap Mas Amy, begitu Ia akrab disapa. Kuwu Karangwangun juga berharap kegiatan serupa bisa digelar rutin dari desa ke desa. Sebab menurutnya, setiap desa memiliki kekhasan budaya dan keberagaman tersendiri.
“Beda desa, beda budaya, beda bahasa, beda agama. Namun tetap memiliki satu rasa yaitu Indonesia. Semoga Fahmina terus memperhatikan hal ini dan membawa panggung keberagaman lebih luas lagi,” tandaanya.
Dari pantauan JP di lokasi, suguhan acara Panggung Keberagaman ini benar-benar variatif. Ada workshop budaya dan seni, aneka tari-tarian, paduan suara kidung harmoni, sambutan-sambutan yang mencerahkan, sosialisasi kampus ISIF (Institut Studi Islam Fahmina) dan ramah tamah. Acara yang digelar sejak pagi hari hingga sore hari itu berlangsung lancar dan sukses. (jay)
GALERI FOTO PANGGUNG KEBERAGAMAN 2025 DI DESA KARANGWANGUN

