“Dengan konsep jadul ini, kami ingin mengajak masyarakat mengenang kembali sejarah dan kebudayaan yang pernah menjadi bagian dari desa ini,” tegas Kuwu Yeni.
Dari pantauan kamera Jabar Publisher, masyarakat tampak sangat antusias dan riang gembira mengikuti seluruh rangkaian acara. Keanekaragaman kostum semakin memperkaya nuansa perayaan—ada yang mengenakan pakaian ala tuan putri, petani, hingga menyerupai tokoh pejuang kemerdekaan.
“Kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun desa Babakan yang jatuh pada tanggal 8 Februari ini sengaja perayaannya diselenggarakan setelah lebaran karena momennya lebih tepat saat warga yang merantau masih mudik di kampung, kirab ini juga menjadi ajang halal bi halal serta silaturahmi sesama warga,” tambah kuwu Babakan Gebang tersebut.
Baca Juga:Refleksi Kehidupan Usia 40 Tahun: Saatnya Evaluasi, Berkarya, dan Jadi Versi Terbaik DiriIdul Fitri, Kantor Hukum Sadari Dan Rekan Gandeng Faisal And Partners untuk Tangani Perkara Hukum
Peringatan HUT desa sekaligus perayaan lebaran tahun ini dinilai sukses dan patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan khidmat hingga akhir kegiatan. (rif/jay)
Kreasi tumpengan yang terbuat dari hasil bumi menjadi daya tarik unik dalam kirab tersebut
Rangkaian acara menyambut peringatan HUT ke-210 Desa Babakan Gebang.
