CIREBON – Ribuan warga tumpah ruah memadati jalan-jalan desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, untuk mengikuti rangkaian acara Sedekah Bumi dan Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-210 desa tersebut. Kegiatan ini juga menjadi puncak dari rangkaian HUT desa Babakan Gebang sekaligus menjadi momentum merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H sebagai ajang silaturahmi warga, Sabtu (05/04/2025).
Warga antusias dan bergembira mengikuti kirab budaya HUT ke-210 desa Babakan Gebang.
Dalam karnaval arak-arakan budaya tersebut, seluruh blok di Desa Babakan Gebang ambil bagian mempersembahkan tumpeng hasil bumi yang diarak secara konvoi bergiliran. Masing-masing blok turut menampilkan persembahan terbaik mereka, mulai dari berbagai kostum tematik hingga pertunjukan seni tradisional. Blok dengan penampilan terbaik akan mendapatkan hadiah dari panitia penyelenggara.
Baca Juga:Refleksi Kehidupan Usia 40 Tahun: Saatnya Evaluasi, Berkarya, dan Jadi Versi Terbaik DiriIdul Fitri, Kantor Hukum Sadari Dan Rekan Gandeng Faisal And Partners untuk Tangani Perkara Hukum
Kreasi tumpengan warga tampak megah saat diarak dalam kirab budaya HUT ke-210 desa Babakan Gebang.
Karnaval arak-arakan budaya tersebut dimulai pukul 13.00 dengan rute menyusuri jalan blok yang ada di Desa Babakan Gebang. Para peserta karnaval mulai mengarak dengan start dari balaidesa ke arah selatan. Rombongan karnaval lalu memutar ke utara ke blok perum kemudian melintasi jalan pangeran Sutajaya hingga finish kembali ke balaidesa pada pukul 16.30 WIB.
Menurut tokoh masyarakat setempat kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas pencapaian yang telah diraih oleh desa selama ini.
“Ini sebagai bentuk kasih syukur atas pencapaian Desa Babakan Gebang yang telah diraih. Harapannya, ke depan desa ini semakin maju dan jaya,” ungkap tokoh tersebut.
Fitria, selaku warga setempat menyambut antusias kegiatan tersebut. Menurutnya kirab budaya seperti ini harus terus diselenggarakan setiap tahun untuk lebih menpererat silaturahmi masyarakat desa Babakan Gebang.
“Meriah sekali ya acara kirab budaya ini, saya berterima kasih kepada bu kuwu yang rutin menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Harapan kedepannya acara ini lebih meriah lagi, serta lebih kreatif lagi,” ujar Fitria.
Sementara itu, Kuwu Yeni selaku panitia menyampaikan bahwa konsep yang diangkat pada peringatan HUT desa tahun ini adalah konsep jadul (jaman dulu). Ia sendiri mengenakan kostum ala none Belanda sebagai simbol untuk membangkitkan nuansa masa lampau yang pernah ada.
