Pemeliharaan Makam KH. Muhammad Sa’id
Ketika ditanya mengenai pemeliharaan makam KH. Muhammad Sa’id, KH. Abdul Hayyi Imam menjelaskan bahwa perawatan makam dilakukan atas inisiatif santri dan masyarakat sekitar.
“Kami tidak termasuk dalam situs cagar budaya dan tidak menerima bantuan pemerintah dalam hal ini. Seperti halnya Pondok Pesantren Buntet dan Pondok Pesantren Benda, Gedongan juga memiliki akar sejarah yang berhubungan dengan Keraton Cirebon. Namun, sejak masa penjajahan, kami tidak lagi memiliki akses terhadap hak-hak itu,” ujarnya.
Dengan peringatan haul ini, Pondok Pesantren Gedongan tidak hanya mengenang perjuangan KH. Muhammad Sa’id, tetapi juga terus memperkuat perannya dalam membentuk generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. (rif/jay)
Full Interview, klik: Wawancara Haul Mbah Said
Baca Juga:Efisiensi Anggaran Pemerintah, Bey Cari Solusi agar Pariwisata Tetap HidupBey Machmudin: Seabad Lebih NU Jadi Penuntun Masyarakat
Prof. Dr. KH. Abdul Hayyi Imam, M.Ag. – Pimpinan/Pengasuh Ponpes Gedongan
