Gebrakan Gubernur Terpilih Dedi Mulyadi Ubah Wajah Pendidikan Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Terpilih Dedi Mulyadi Ubah Wajah Pendidikan Jawa Barat
0 Komentar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, telah meluncurkan serangkaian kebijakan progresif yang bertujuan untuk mereformasi sistem pendidikan di provinsi ini. Langkah-langkah tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya integritas dan transparansi dalam dunia pendidikan.

Salah satu kebijakan utama yang diperkenalkan adalah penghapusan dana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekolah yang sebelumnya menghabiskan anggaran sebesar Rp750 miliar. Dedi Mulyadi menilai bahwa dana tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Selain itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sekolah tidak diperkenankan menahan ijazah siswa dengan alasan apapun, termasuk tunggakan biaya. Ia menekankan pentingnya memberikan hak pendidikan kepada setiap siswa tanpa hambatan administratif.

Baca Juga:Bey Machmudin dan Herman Suryatman Hadiri Kongres Ke- 4 DPP Kongres Advokat IndonesiaPemegang Polis AJB Bumiputera Cirebon Keluhkan Klaim yang Tak Kunjung Cair

Dalam upaya meringankan beban finansial orang tua, Gubernur terpilih ini juga mengimbau agar sekolah tidak menjadikan institusi pendidikan sebagai ladang perdagangan. Ia menyoroti praktik penjualan buku dan kegiatan study tour yang seringkali membebani orang tua siswa. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa fokus utama sekolah adalah memberikan pendidikan yang berkualitas tanpa memberatkan orang tua dengan biaya tambahan yang tidak perlu.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyoroti peran guru yang seharusnya lebih fokus pada proses belajar-mengajar. Ia menginstruksikan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mengurangi penggunaan aplikasi administratif yang membebani guru, sehingga mereka dapat lebih konsentrasi dalam mendidik siswa.

Kebijakan-kebijakan ini telah memicu diskusi di kalangan masyarakat mengenai pentingnya menciptakan sistem pendidikan yang bersih, transparan, dan berfokus pada kepentingan siswa. Banyak pihak berharap bahwa langkah-langkah ini akan membawa perubahan positif dan signifikan dalam dunia pendidikan di Jawa Barat.

Dengan gebrakan tersebut, Dedi Mulyadi menunjukkan komitmennya untuk membangun sistem pendidikan yang lebih baik dan berintegritas, serta memastikan bahwa setiap anak di Jawa Barat mendapatkan hak pendidikan mereka tanpa hambatan.

Siswi Cantik Laporkan Pemotongan Dana PIP ke Kang Dedi Mulyadi

Sementara itu, Seorang siswi kelas 12 SMAN 7 Cirebon, Hanifah Kaliyah Ariij, mengungkapkan dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) saat kunjungan Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, ke sekolah tersebut. Hanifah menyatakan bahwa dari total dana PIP sebesar Rp1,8 juta yang diterima siswa, terdapat pemotongan sebesar Rp250.000 yang diduga dilakukan oleh pihak sekolah.

0 Komentar