Pemegang Polis AJB Bumiputera Cirebon Keluhkan Klaim yang Tak Kunjung Cair

Pemegang Polis AJB Bumiputera Cirebon Keluhkan Klaim yang Tak Kunjung Cair
10 Komentar

CIREBON – Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 telah menghadapi tantangan keuangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, yang berdampak pada penundaan pembayaran klaim kepada pemegang polis di berbagai daerah, termasuk di Cirebon.

Secara nasional, hingga akhir tahun 2024, AJB Bumiputera telah membayarkan klaim sebesar Rp377 miliar kepada 87.082 pemegang polis yang menyetujui Penurunan Nilai Manfaat (PNM). Namun, jumlah ini masih jauh dari total kewajiban perusahaan.

Meskipun tidak tersedia data spesifik mengenai jumlah pemegang polis di Cirebon yang menantikan pencairan klaim, situasi di wilayah lain dapat memberikan gambaran.

Baca Juga:Wujudkan “Asta Cita”, Polresta Cirebon Gelar Operasi Keselamatan Lodaya 2025Pasar Mobil Bekas di Cirebon Awal 2025: Penjualan Sepi, Harga Turun

Sebagai contoh, di Purwokerto, terdapat 2.362 nasabah dengan total klaim mencapai Rp24,6 miliar yang belum terbayarkan hingga Februari 2021.

AJB Bumiputera telah menyusun Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juli 2024. RPK ini menargetkan penyelesaian klaim secara bertahap hingga tahun 2027. Pemegang polis yang memiliki klaim diimbau untuk segera menghubungi AJB Bumiputera guna proses penyelesaian klaim yang jatuh tempo.

Bagi pemegang polis di Cirebon yang masih menunggu pencairan klaim, disarankan untuk menghubungi kantor cabang AJB Bumiputera setempat atau mengakses informasi melalui situs resmi perusahaan untuk mengetahui perkembangan terbaru dan prosedur pengajuan klaim.

Sementara itu, Ali Gufron, salah seorang perwakilan pemegang polis Bumiputera di Cirebon hingga kini masih menunggu pencairan klaim milik kerabatnya yang bernama Gina Dias Triani (pemegang polis). Ia sendiri sudah ditunjuk sebagai penerima kuasa mewakili pemegang polis guna mengurus pencairannya. Namun sejak dua tahun lalu hingga awal Februari 2025 belum direalisasikan. Memang sempat ada kendala teknis, namun itu sudah dilengkapinya sejak awal Januari 2025.

“Hampir 3 tahun kami menunggu (pencairan) klaim. Padahal konfirmasi terakhir saat itu tinggal menunggu pencairan. Mohon disegerakan karena ini sudah terlalu lama. Di sisi lain kami juga sedang terhimpit masalah ekonomi,” harap Ali.

Jajaran Pimpinan AJB Bumiputera Cirebon, Rusman, yang sempat dikonfirmasi JP pada Jumat, 7 Februari 2025 mengaku sudah mengajukan data pencairan polis tersebut ke Bumiputera kantor pusat.

“Kalo terkait estimasi, saya tidak bisa memberikan kepastian karena turunnya dana klaim dari Kantor Pusat tidak ada jadwalnya. Saya juga berharap ada bulan ini dana pembayaran klaim,” tandasnya.

10 Komentar