Paslon Nomor 3 Edo – Ida, Tampilkan Performa Terbaik pada Debat Terbuka Pertama Pilkada Kota Cirebon 2024

Paslon Nomor 3 Edo - Ida, Tampilkan Performa Terbaik pada Debat Terbuka Pertama Pilkada Kota Cirebon 2024
0 Komentar

12 poin tersebut adalah :

  • Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
  • Percepatan pengentasan kemiskinan
  • Peningkatan dan perluasan kesempatan kerja
  • Pengembangan ekonomi kerakyatan
  • Percepatan transformasi ekonomi
  • Pemenuhan kebutuhan energi ramah lingkungan
  • Pengembangan Agribisnis
  • Peningkatan produksi pangan
  • Peningkatan kualitas infrastruktur dasar
  • Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan
  • Peningkatan kualitas lingkungan hidup

“Jika 12 program ini bisa dilakukan di kota Cirebon yang bersinergi dalam mewujudkan Indonesia Emas, tentu kota Cirebon akan lebih baik lagi, akan lebih maju lagi, karena program dari pusat akan berkolaborasi dengan program daerah, khususnya Kota Cirebon ini,” tutur Edo.

Sementara itu, dari pantauan JP selama agenda debat berlangsung, performa paslon nomor urut 3 dinilai lebih tepat waktu dan efektif dalam menggunakan sesi waktu (durasi) dibandingkan paslon lainnya.

Terbukti, hampir di setiap paparan menjelang detik-detik akhir ulasan yang disampaikan, selesai dengan tuntas. Bahkan dalam beberapa paparan sudah tuntas namun masih menyisakan waktu. Tak ayal, beberapa kali tepuk tangan audience pun membahana dalam debat tadi malam.

Baca Juga:Review Ops Zebra Lodaya 2024, Satlantas Polresta Cirebon Tindak 282 Perkara & Beri 891 TeguranPolres Cirebon Kota Siagakan 200 Personel Pada Debat Pertama Pilkada 2024

Tanggapan yang disampaikan oleh Edo juga relatif akurat. Terlebih saat Edo menanggapi pernyataan dari calon walikota dari nomor urut 2, terkait kendala yang dihadapi selama covid-19 dengan banyaknya kendala penundaan pembangunan khsusnya infrastruktur di Kota Cirebon.

“Covid Itu bukan hanya di Kota Cirebon saja, tetapi melanda Indonesia dan dunia. Terbukti banyak daerah lainnya yang relatif bangkit lebih cepat dibandingkan Kota Cirebon,” sanggahnya.

Edo juga menyampaikan dari dua poin pertanyaannya hanya satu poin saja yang terjawab. Sementara poin terkait pemanfaatan 5 perusahaan umum milik daerah (Perumda) belum terjawab padahal waktu yang diberikan relatif panjang yakni 3 menit. “Jadi pertanyaan dari saya hanya satu yang terjawab,” tandas Edo dengan nada tenang.

Kolaborasi antara birokrat dan pengusaha yang menjadi background paslon nomor urut 3 ini memang dinilai lebih faktual dalam memaparkan setiap program serta visi misinya. Terlebih pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada paslon lainnya juga bernilai konstruktif.

Ini jelas memberikan penilaian tersendiri bagi masyarakat Kota Cirebon guna menentukan pilihan mereka di hari pencoblosan tanggal 27 November mendatang. (jay/rif/adv)

0 Komentar