“Di seluruh dunia sudah ada research-nya dan menjadi guide WHO sejak 2020. Kita baru implementasikan sekarang,” imbuhnya.
Budi menyebut pemilihan Jawa Barat sebagai provinsi pertama dilakukan program MMS karena jumlah ibu hamilnya paling banyak, maka dari itu dimulai dari yang terbanyak dan diharapkan dapat mengurangi kelahiran bayi yang bermasalah dalam gizi.
Secara nasional terdapat 15 provinsi (bersama Jawa Barat) yang telah diberikan program multivitamin ibu hamil ini.
Baca Juga:Jabar – Semenanjung Izu Sepakat Perpanjang Kerja Sama Pengelolaan GeoparkIndeks Keterbukaan Informasi Publik Jabar 2024 Meningkat
“Terima kasih Pak Pj Gubernur Jabar, kita mulai di Jawa Barat yang paling banyak jumlah ibu hamilnya. Kita harapkan kalau ini sudah diluncurkan secara nasional mulai tahun depan bisa mengurangi kelahiran bayi yang bermasalah gizi dan juga dapat mengurangi kematian bayi,” tutur Budi. (rls/hms)
Caption:Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menghadiri Peluncuran Program Nasional MMS Multivitamin Ibu Hamil di UPT Puskesmas Cempaka Arum, Kota Bandung, Kamis (17/10/2024).(Foto: Biro Adpim Jabar)
