Ini Kata Mereka Soal Video Syur Pelajar Cirtim

Ini Kata Mereka Soal Video Syur Pelajar Cirtim
0 Komentar

CIREBON – Merebaknya video syur diduga pelajar yang terjadi di salah satu sekolah di kawasan Cirebon Timur (Cirtim), membuat sejumlah pihak angkat bicara. Pembahasan mulai dari moril, kebijakan, hingga jerat hukum yang menanti para pelaku/penyebar video akan diulas di sini.

Salah satunya yakni statment dari Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan. Menurutnya, saat ini telah terjadi degradasi moral di Kab Cirebon yang ke depan diprediksi bakal menjadi ancaman serius terhadap moral bangsa Indonesia.

“Beberapa waktu terakhir sempat terjadi tawuran yang menewaskan seorang siswa SMP dan kini terjadi lagi insiden beredarnya video asusila pelajar SMP. Semua terjadi akibat krisis moral dikarenakan kurangnya pembinaan moral terhadap anak-anak kita,” ujar politisi PDIP tersebut.

Baca Juga:Disperindag Jabar Gelar Program “Koncer” Serentak Di 27 Kota/KabupatenPAD Jabar Ditarget Rp36,27 Triliun

“Harusnya di luar kurikulum sekolah ada pembinaan terkait masalah moral, etika, dan sebagainya. Ini menjadi tanggung jawab guru, kepala sekolah, dan semua pihak, terutama dinas pendidikan sebagai ujung tombak dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Aan juga meminta pendidik jangan hanya fokus pada pembekalan kemampuan akademik semata, melainkan ada juga pembinaan terhadap moral dan etika yang harus dilakukan.

“Harusnya anak-anak jangan cuma suruh bisa baca, tulis, dan ngitung saja. Moral anak bangsa juga harus dibina dan diarahkan agar menjadi insan yang bermartabat di masa depan. Sekali lagi, harus ada kurikulum berbasis moral,” imbuhnya.

Dewan Bakal Panggil Disdik

Menindaklanjuti terkait fenomena asusila tersebut, lanjut Aan, DPRD Kabupaten Cirebon melalui Komisi 4 berencana memanggil Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dalam waktu dekat. Tujuannya untuk mencari solusi terbaik dalam menyikapi masalah ini.

“Akan kita panggil dinas pendidikan, guna membahas bagaimana caranya untuk mengatasi moral anak-anak kita yang sekarang ini terdegradasi. Insya Allah, di minggu pertama bulan September kita panggil Disdik guna menbahas masalah ini dalam agenda rapat kerja,” tandas Kang Aan.

Karena tidak menutup kemungkinan lanjutnya, hal semacam ini terjadi di tempat-tempat lain/sekolah lainnya. Namun sejatinya, kata dia, hal tersebut bisa diantisipasi jika rutin dilakukan pembinaan moral. Ia juga menegaskan terkait sanksi yang bisa diberikan kepada okum pelajar tersebut.

0 Komentar