Adapun terkait historis beredarnya video itu atau siapa yang merekam atau pertama kali menyebarkannya, redaksi belum mengetahui secara pasti. Yang jelas di kalangan siswa siswi SMPN Negeri 2 Ciledug, fenomena video syur ini sudah menjadi buah bibir selama beberapa waktu terakhir.
Kepsek SMPN 2 Ciledug: Sudah Lakukan Pembinaan
Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Senin (19/8/2024), Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ciledug Yunus enggan menemui wartawan. Kepsek hanya mewakilkannya kepada Waka Humas bernama Ade. “Pak kepala sedang sibuk mengurus Taspen karena mau memasuki masa pensiun. Tadi ada di sekolah tapi sekarang sedang ke Cirebon untuk mengurus Taspen, jadi tidak bisa menemui,” ujarnya saat ditemui JP di sekolah.
Kemudian sore harinya dia mengirimkan pesan whatsapp kepada wartawan JP dan memberitahukan bahwa karena kesibukan kepsek tidak bisa menemui dan memberikan klarifikasi secara langsung.
Baca Juga:DPRD Setujui Raperda Pelindungan Anak dan Perubahan Rancangan KUA PPASSah! 35 Anggota DPRD Kota Cirebon Periode 2024 – 2029 Resmi Dilantik
“Barusan saya tlp Bapak kepala. Kata Beliau Mohon maaf sebelumnya karena Taspennya belum beres jadi mohon maaf besok Bapak kepala mau membereskan Taspen. Sekali lagi mohon maaf,” tulis Ade.
Kemudian wartawan JP menjawab bahwa untuk jawaban atau konfirmasi dari kepsek tidak harus bertemu langsung. Pihak sekolah bisa menjawabnya lewat pesan whatsapp atau telepon. Lalu pada Rabu (21/8/2024) Ade mewakili Kepsek SMPN 2 Ciledug kembali menjawab bahwa pihak sekolah sudah melakukan pembinaan.
“Pihak sekolah sudah klarifikasi dengan keluarganya, sekolah sudah melaksanakan pembinaan dan kedua belah pihak sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” tulisnya.
Sedangkan saat wartawan bertanya lebih lanjut terkait kekhawatiran orang tua dan sanksi apa yang diberikan, mengingat perbuatan tersebut merupakan pelanggaran berat, Ade tidak lagi membalasnya.
Kadisdik Bungkam Saat Dikonfirmasi
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Ronianto saat dikonfirmasi JP lewat whatsapp, Selasa (20/8/2024) terkait beredarnya video pelajar tersebut Ia tidak membalasnya alias memilih bungkam. Namun pada notif pesan menunjukkan tanda terkirim (centang dua).
Koko Ali Permana – Ketum DPP Laskar Indonesia
Laskar Indonesia Angkat Bicara
Terpisah, Ketua Umum Laskar Indonesia Koko Ali Permana S.Pd., MM, saat dimintai tanggapan terkait beredarnya video tersebut dan tidak adanya sanksi tegas dari pihak sekolah maupun dinas langsung angkat bicara.
