Namun, Aan mempertanyakan manfaat penambahan lahan ketika jumlah angka kunjungan pasien malah terjun bebas. “Jangan sampai anggaran yang diberikan sia-sia. Kunjungan pasien menurun, sedangkan lahan diperluas. Ini untuk apa sebenarnya?” tegas Aan.
Ia juga berharap Pemkab Cirebon secepat mungkin bertindak tegas merombak total manajemen RSUD Arjawinangun, karena menurutnya selama ini penempatan pegawai di rumah sakit ini tidak sesuai dengan bidang keahlian dari keilmuannya.
“Yang bisa memperbaiki manajemen adalah orang yang mengerti manajemen rumah sakit. Namun saat ini, orang di luar basic keilmuan dengan mudah bisa masuk menjadi pegawai RSUD Arjawinangun,” ujarnya.
Baca Juga:Gagas Raperda Tentang KLA dan Bantuan Hukum, DPRD Kabupaten Cirebon Kunjungi Kanwil Kemenkumham JabarDPRD Setujui Raperda RPJPD Kota Cirebon 2025-2045, Berisi 6 Bab dan 9 Pasal
Aan juga menyoroti kekosongan kursi direktur yang telah mengundurkan diri beberapa saat lalu. “Ini akan semakin kacau jika penggantinya adalah orang yang tidak mengerti manajemen kesehatan. Ingat, di wilayah barat ada beberapa rumah sakit swasta dengan mutu pelayanan yang luar biasa. Jika kondisi ini dibiarkan, RSUD Arjawinangun bisa tutup,” pungkas Aan. (adv)
