Ayu Maju Via Gerindra, Lalu Gimana Nasib Imron di Pilbup Cirebon 2024?

Ayu Maju Via Gerindra, Lalu Gimana Nasib Imron di Pilbup Cirebon 2024?
0 Komentar

Bila melihat porsi kekuatan, diatas kertas koalisi KIM memang  berpotensi kuat menjadi pemenang Pilkada. Dengan gabungan Golkar, Gerindra, Demokrat dan PKB, jelas hampir 54 persen kekuatan parlemen juga dikuasai koalisi ini. Tinggal, mereka harus berhadapan dengan PDIP dan koalisi PKS-Nasdem.

Namun ironisnya, perjalan koalisi KIM sepertinya tidak akan mulus. Nama  Ayu dan Abe tetap ngotot harus menjadi calon E-1. Sementara Teguh sendiri sepertinya sedikit mencair, meskipun sebetulnya Partai Gokar mengambil peran penting pada koalisi tersebut. 

Kalau saja Abe yang usungan PKB dan Ayu yang diusung Gerindra-Demokrat sama sama sama ngotot, maka bisa dipastikan PKB akan ditinggal koalisi KIM. Kalau ini terjadi, Ayu bisa dipasangkan dengan Teguh, dan PKB bisa merapat ke PDIP. Namun masalah kembali akan muncul, karena PDIP sendiri tetap harus Imron harus menjadi calon E1 nya. 

Baca Juga:Kegiatan MPLS SMPN 1 Gebang Sukses, Ditutup Deklarasi Anti Bullying & Anti KekerasanMinimalisir Kegiatan Negatif, SMPN 1 Babakan Wajibkan Siswa Baru Ikuti Ekskul

Sementara kalau PKB juga tetap ngotot harus Abe menjadi E1, tetap akan deadlock. Tinggal sejauh mana Abe punya pengaruh besar di PKB atau PKB malah meninggalkan Abe.

Lalu, rencana besar PDIP yang akan berkoalisi dengan PKS-Nasdem kemungkinan akan terwujud. Karena santer terdengar, bahwa Agus Kurniawan yang mendapat rekom dari Nasdem akan mau menjadi wakil Imron. Sementara PKS yang sudah mengajukan Anwar Yasin sebagai calonnya, akan mengalah.

Tapi, peta ini juga akan berubah total kalau saja Golkar tetap keukeuh tidak rela Teguh dijadikan sebagai E2. Andai saja Ayu rela dipasangkan dengan Teguh dan menempati posisi E2, mungkin tidak akan menjadi soal. Tapi kalau sama sama ngotot harus E1, maka Golkar bisa saja berkoalisi dengan PDIP. Tapi kembali pertanyaannya, apakah rela PDIP memposisikan Imron menjadi wakilnya Teguh.

Kecuali, Golkar tiba-tiba legowo dan Teguh mau menjadi wakilnya Imron. Maka koalisi PDIP-Golkar akan terbentuk dan koalisi KIM akan pecah. Kalau ini terjadi, maka Imrkn kan kembali “hoki” karena kemungkinan besar PKS-Nasdem akan merapat ke koalisi PDIP-Golkar.

Namun semua itu masih terlalu dinamis. Yang pasti ada empat nama bakal calon yang semuanya ingin menjadi Bupati. Mereka adalah Imron dari PDIP dan Teguh-Ayu-Abe dari koalisi KIM. 

0 Komentar